Banjir Sumatera: Bencana Ekologis Akibat Deforestasi dan Ekspansi Sawit.
![]() |
Banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera (ANTARA FOTO) |
![]() |
Banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera (ANTARA FOTO) |
![]() |
| Jennifer Lawrence, photo: Getty Images |
Muda, cantik, multi talenta dan kaya raya tetapi sederhana dan sangat dermawan. Ia tidak menyukai kehidupan jetset yang serba glamor, meski sehari-sehari tak luput dari kejaran paparazi dan terpaan media. Itulah Jennifer Lawrence. Seorang aktris asal Amerika Serikat yang dikenal luas karena bakat aktingnya dan perannya dalam berbagai film populer.
lawrence, yang lahir pada 15 Agustus 1990, di Indian Hills, Kentucky itu, mulai berkarier di dunia hiburan dengan tampil di serial televisi sebelum mendapatkan pengakuan internasional melalui film-film yang dibintanginya:
"Winter's Bone" (2010) - Peran yang membawanya meraih nominasi Academy Award untuk Aktris Terbaik;
Franchise "The Hunger Games" (2012-2015) - Di mana ia memerankan karakter utama, Katniss Everdeen;
"Silver Linings Playbook" (2012) - Yang membuatnya memenangkan Academy Award untuk Aktris Terbaik.
Kegiatan Amal
Jennifer Lawrence dikenal tidak hanya karena karier aktingnya tetapi juga karena keterlibatannya dalam berbagai kegiatan amal dan filantropis. Beberapa diantaranya, ia membantu mereka yang kesulitan dan memberikan dukungan bagi Penyandang Disabilitas. Ia adalah pendukung aktif dari lembaga-lembaga yang berfokus pada penyandang disabilitas dan kesehatan mental.
Jennifer pun terlibat dalam berbagai penggalangan Dana untuk organisasi-organisasi seperti "The Trevor Project," serta program-program pendidikan dan kesehatan lainnya.
GAMBAR MEMBANGKITKAN TINDAKAN
| Ilustrasi: Model Maudy Ayunda mejeng di Billboard Times Square New York, (instagram/@maudyayunda) |
Sebuah billboard raksasa terpampang di sebuah hypermart megah di jantung kota Bekasi. Wajah Perempuan model terkenal dengan bibir sensual, seakan memandang tajam siapapun yang melihatnya. Di sebelah wajah sang model tampak sebuah produk telepon genggam made in China terbaru.
Pemasang iklan percaya betul dengan gambar seorang yang cantik, ramping, dan terkesan sexy and smart, sebagai representasi yang pas mewakili produk gadget terbarunya ini, berharap laris manis di pasaran.
Produsen pun sepertinya ingin menanamkan ke dalam benak Gen- Z --sebagai target market-nya-- sebuah asosiasi-visual dari seorang model cantik, terkenal, sekaligus menggoda namun juga cerdas berkelas.
Juga ingin menjauhi kesan murahan untuk gadget yang baru saja di launching ini. Dan hebatnya, billboard serupa, juga terpampang di berbagai lokasi strategis dan gerai-gerai handphone di berbagai kota, dalam ukuran yang berbeda.
Inilah sebuah strategi promosi yang bertolak dari pandangan image inspire action.
Pada masa Perang Dunia II, Katherine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers, merintis pengembangan sebuah tes kepribadian yang kemudian dikenal sebagai Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).
Mereka memulai project penelitian ini dengan keyakinan bahwa pemahaman akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja (industri, pada masa itu).
Setelah melalui serangkaian pengembangan, MBTI akhirnya dikenal dunia pada tahun 1962. Dasar teorinya diperoleh dari pemikiran Carl Gustav Jung dalam bukunya yang terkenal, ‘’Psychological Types,’’ yang diterbitkan tahun 1921. Jung menyatakan bahwa manusia menggunakan empat fungsi psikologis utama dalam menjalani kehidupan, yaitu; sensing (indra), intuisi (gerak hati), feeling (rasa, perasaan) dan pemikiran (akal).
Dalam
perjalanan pengembangan MBTI, Katherine dan Isabel memiliki dua tujuan utama. Pertama,
mereka ingin mengidentifikasi preferensi dasar yang terkandung dalam teori
Jung. Kedua, mereka ingin mengidentifikasi dan mendeskripsikan 16 tipe
kepribadian yang muncul dari interaksi dan preferensi tersebut, dengan kata
lain; memudahkan kita untuk memahami teori dasar kepribadian manusia.
Tes
psikologi MBTI kemudian disusun ke dalam empat kategori utama, berdasarkan pemetaan
dimensi kecenderungan sifat dasar manusia.
Pertama, dimensi pemusatan perhatian yang
membedakan antara Introvert (I) dan Ekstrovert (E). Kedua,
dimensi memahami informasi dari luar, yaitu Sensing (S) dan Intuition (N).
Ketiga, dimensi menarik kesimpulan dan
keputusan antara Thinking (T) dan Feeling (F).
Terakhir, dimensi pola hidup, yaitu Judging
(J) dan Perceiving (P).
![]() |
| Najwa di Lapas Sukamiskin, Bandung |
![]() |
| Kini anak-anak bisa bercengkerama dengan tenteram |
![]() |
| Salah satu bentuk kreasi warga. |
| Anak Agung Kusuma Wardana, Panglingsir (Pemimpin) Puri Agung Kesiman. |
![]() |
| Pelajari bahasa isyarat, untuk bisa pesan Donat Bisu (foto: Me with Hj. Ramlah,) |
![]() |
| Laut adalah keseharian Anak-anak |
![]() |
| Anak-anak Suku Bajo, di atas sampan kayu. |
![]() |
| Presiden Joko Widodo (foto: Ist) |
![]() |
| Freddy Budiman pada persidangan PK |
![]() |
| Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) |
![]() |
| Barang Bukti Narkoba yang Berhasil Disita Beserta Para Tersangka Pelaku Penyelundupan (foto: tempo) |
Ancaman dari tindakan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia, memang sudah berada pada tingkat yang memperihatinkan. Tingkat ancamannya sudah bukan lagi pada tingkat ancaman Minor, Moderat, ataupun Serius, tetapi sudah pada tingkat ancaman yang tertinggi, yaitu ancaman Kritis.
![]() |
| Barang Bukti Narkoba, Siap Dimusnahkan |
![]() |
| EKSEKUSI-- Empat dari 14 Terpidana Mati, yang lebih dulu dihadapkan ke regu tembak, untuk dieksekusi, pada Jumat dini hari, 29 Juli 2016 di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah |
Kembali mata dunia melirik ke Indonesia, setelah HM. Prasetyo, Jaksa Agung Republik Indonesia memutuskan pelaksanaan eksekusi hukuman mati kepada empat (4) dari 14 terpidana mati, yang dinilai telah berkekuatan hukum tetap.
Sebuah kegiatan terbesar bangsa Indonesia, yang tidak masuk ke dalam kalender resmi adalah: Hari Mudik Nasional. ![]() |
| Together We Strong |
![]() |
| (foto: Antara) |
![]() |
| Raja Dionysius |