Selasa, Maret 15, 2016

Syukur

Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater untuk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor.
“Saya minta Ani utk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan. Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja”

Ani duduk di kursi dan mulai  bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker. Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk. Saya tak punya siapa pun. Tak ada yg tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri. 

Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan mengusapkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia.

Jadi, hari berikutnya saya buat kue dan bawa ke tetangga yg sakit, yang terbaring di ranjang dan tak bisa bangun.
Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik pada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

Hari ini, rasanya tak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan kegembiraan pada orang lain”, kata Ani.

Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yang bisa dibelinya dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang.

Syukur adalah magnet keberkahan. Bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan.

(Notes: written by anonymous, sent to my WA Group)


Tidak ada komentar: