Senin, Februari 29, 2016

Pedang Damocles, Kekuasaaan Bisa Membunuhmu!

Suatu ketika hiduplah seorang raja bernama Dionysius yang memerintah di Syracuse, kota terkaya di Sisilia. Ia tinggal di istana megah yang dipenuhi oleh benda-benda yang indah dan mahal, dan dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang siap melakukan apa pun perintahnya.

Karena kekayaan dan kekuasaannya, tak heran bila banyak orang di Syracuse yang iri pada
Raja Dionysius
kejayaannya. Salah satunya adalah Damocles, sahabat karib Dionysius, yang selalu berkata, "Wah, kau sungguh beruntung. Kau memiliki apa saja yang kau inginkan. Tentunya, kau adalah orang yang palng berbahagia di dunia ini."


Hingga suatu hari Dionysius merasa gerah dengan ucapan-ucapan Damocles dan berkata, "Kemarilah, sobatku, Damocles. Benarkah kau pikir aku ini manusia paling berbahagia dibanding orang lain?"

"Ya, tentu saja," jawab Damocles. "Lihatlah, betapa hebat kekayaan yang kau miliki dan kekuasaan yang ada dalam genggamanmu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa lagi di dunia ini. Adakah hidup yang lebih baik dari kehidupanmu?"

"Barangkali, kau bersedia untuk bertukar tempat denganku?" kata Dionysius.


Jumat, Februari 26, 2016

Anak Presiden Kok Jualan Martabak? Adik Gubernur di Daerahku aja "Jualan" Proyek APBD


Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden RI Jokowi
berjualan martabak.( Foto: live.via.co.id)
Ini ada transkrip pembicaraan ibu-ibu di sebuah arisan: 
“Jeng, baca nih. Mosok anak presiden kita jualan martabak. Ih, gak banget deh...” 
“Ah, pencitraan kali...?” 

“Bener ini Jeng. Baca deh. Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi berjualan martabak kaki lima...” 
“Bodoh banget ya dia... Adik gubernur di daerahku aja ‘jualan’ proyek APBD.” 

“Iya, padahal apa susahnya dia minta fee dari proyek-proyek APBN? Atau minta saham ke Freeport kek, ke Petral kek. Terus, bisa tiap hari tuh kerjaan dia jalan-jalan ke luar negeri sama artis, nonton balap formula 1...” 
“Anak presiden yang aneh...


Kamis, Februari 25, 2016

Jumat Keramat Bagi Tersangka Koruptor

Ini cerita lama, dua tahun silam, ketika saya mengikuti ‘perjalanan’ singkat sepasang suami istri yang kebetulan seorang Bupati dan anggota DPRD tersangka Koruptor. Keduanya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pemberian izin pembangunan kawasan superblock mall di Karawang.

Kita flashback sejenak. Laman Kompas.com edisi 15 April 2015, menurunkan  berita:  
Ade Swara dan Istri, Hj. Nurlatifah,
ketika membacakan nota pembelaan
(pledooi) di PN Tipikor Bandung

Bupati Karawang nonaktif Ade Swara divonis hukuman enam tahun penjara dengan denda Rp 400 juta subsidair empat bulan kurungan dalam kasus dugaan pemerasan, penyuapan dan pencucian uang terkait pengurusan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang dan pencucian uang.

Sementara itu, dalam dakwaan yang sama, istrinya, Nurlatifah, divonis hukuman lima tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan. 



Rabu, Februari 24, 2016

Pengendali Iklim Global yang Terabaikan: Siapa Peduli Gambut?

" Simpanan karbon di kawasan gambut jauh lebih besar 
dari pada hutan primer  sehingga gambut dapat 
disebut sebagai pengendali iklim global

Lahan Gambut
Akhir-akhir ini, kita yang tinggal di Indonesia dengan iklim tropis merasakan adanya perubahan iklim. Jika turun hujan, udara terasa lebih dingin dari biasanya, Namun kadang berubah dengan cepat menjadi panas yang membuat udara terasa gerah. Entah apa yang dirasakan oleh mereka yang tinggal di kawasan yang memiliki empat musim (?)

Benarkah telah terjadi perubahan iklim global? Kebanyakan diantara kita, memang tak mau pusing. Tapi, ada baiknya kita telisik sedikit, soal hutan kita. Khususnya kawasan hutan gambut.

Mengapa Gambut?
Indonesia memiliki lahan gambut yang sangat luas, sekitar 9-11% dari luas daratan di Indonesia.2Dan merupakan negara keempat dengan lahan gambut terbesar di dunia setelah Kanada, Rusia dan USA. Sebagian besar lahan gambut terdapat di Papua, Sumatera dan Kalimantan yang terletak di 12 Provinsi.