Showing posts with label DEAR READERS. Show all posts
Showing posts with label DEAR READERS. Show all posts

Monday, August 08, 2016

Isu Panas Seputar Bongkar Pasang Kabinet, Ahok, Eksekusi Mati, Hingga Jessica

Media massa di tanah air, dalam beberapa pekan terakhir ini mengekspos beberapa isu panas. Sajian media (dominan Televisi dan Suratkabar Cetak serta media Online), kemudian menjadi agenda perbincangan publik. Banyak yang tidak mengacuhkan, tetapi sebaliknya tidak sedikit pula yang kemudian merangsang sejumlah perdebatan hingga mengundang aksi nyata.  


Presiden Joko Widodo (foto: Ist)
Dalam dua pekan ini, media massa mengangkat sejumlah isu-isu panas. Mulai dari reshuffle (bongkar pasang) kabinet Jokowi, yang menyisakan sejumlah pertanyaan di masyarakat, lalu isu Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, yang akan berlangsung tahun depan, terkait siapa lawan petahana Ahok, yang dianggap sepadan karena Ahok terlalu populer di kalangan pemilih warga Jakarta.

Isu lain terkait pelaksanaan eksekusi terhadap 4 dari 14 terpidana mati, kasus Narkoba, pada 26 Juli 2016 di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kasusnya, tidak berhenti di situ, tetapi berbuntut panjang,  terkait pengakuan (alm) Freddy Budiman tentang keterlibatan aparat dalam bisnis haramnya itu. Isu menarik lainnya, adalah kasus kriminal pembunuhan Mirna Salihin yang diduga dilakukan oleh Jessica Kumala Wongso, temannya sendiri.



Monday, July 11, 2016

Kenikmatan Berbagi di Hari Raya Idul Fitri 1437 H


Sebuah kegiatan terbesar bangsa Indonesia, yang tidak masuk ke dalam kalender resmi adalah: Hari Mudik Nasional. 

Together We Strong
Hari mudik ini rentangnya cukup panjang, bisa seminggu bahkan dua minggu, yaitu Hari Minus 7 hingga Hari Plus 7, yang puncaknya tahun ini jatuh pada tanggal 6 Juli 2016 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1437 H dalam kalender Islam.

Bangsa Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim terbesar di dunia, merayakan Idul Fitri atau hari kemenangan, setelah menahan diri selama sebulan penuh. Inilah saatnya, kembali kepada keadaan sebagaimana ketika seseorang dilahirkan laksana bayi yang terlahir suci, bersih tanpa dosa (fitrah). Dan hari itu, sekaligus menandai berakhirnya bulan Ramadhan.

Kenikmatan dan kegembiraan ini, sejatinya, terasa belum lengkap tanpa kehadiran orang-orang tercinta, termasuk yang utama adalah anggota keluarga, kedua orang tua, sanak saudara dan kaum kerabat.

Kerinduan dan berbagi suka duka, adalah kebutuhan batin dan awal keceriaan. Dan inilah pula magnet yang menyedot jutaan orang dari kota-kota besar di Indonesia untuk melakukan 'perjalanan' setahun sekali pulang ke kampung halaman masing-masing.

Tuesday, November 17, 2015

Pendonor Jenazah Itu, Telah Tiada

Yefigarata S. Graputin,











Nama aslinya: Maulana Patarani (63) tetapi lebih dikenal dengan Yefigarata S. Graputin,  Perawakannya kerempeng, rambutnya yang berwarna jagung dibiarkan panjang.Penampilannya lusuh dan cuek. Tetapi dia selalu tampak tersenyum dan senang bercanda.

Jebolan Sekolah Tinggi Filsafat Drijarkara ini juga senang menulis puisi. Selera humornya tak pernah kering...selalu saja ada bahan cerita yang tak lain berisi tentang  kemelaratan dan kesusahan hidup yang diejeknya dengan ringan dan santai, nyaris tanpa beban.

Seniman dan sekaligus mantan Wartawan ini, Kamis (12/11/2015), sekitar pukul 11.00 siang, ditemukan tengah merintih di sebuah kamar yang sempit di bilangan Kampung Bahagia, Babelan, Bekasi Utara.

Mulyono, pemilik rumah, yang sudah seperti saudaranya itu, segera menemuinya dibantu Hapsah, istrinya, mereka berdua bersusah payah berusaha mengeluarkan Yefi, panggilan akrabnya dari kamar sempit itu dan  segera mencari pertolongan.

Di tengah perjalanan ke Rumah Sakit terdekat, Yefi ternyata sudah tiada. Mulyono memutuskan untuk balik kanan sebelum sampai Rumah Sakit. Tiba di rumah dia memanggil dokter untuk memastikan. Dan benar, Yefi dinyatakan sudah meninggal, itu sekitar pukul 12.00. Kontan para tetangga heboh. Pasalnya, tidak sedikit yang melihatnya dalam keadaan sehat, bahkan sempat bercanda seperti kebiasaannya, tak luput dirasakan para tetangga sekitar.


Friday, July 19, 2013

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Publik Paling Absurd

Begitu banyak peristiwa penting, kejadian luar biasa yang kita lihat, dengar dan saksikan. Mulai dari para politisi yang berusaha mencuri start sebelum musim kampanye tiba untuk menjagokan kandidat calon-calon presiden dan wakil presiden 2014 mendatang, hingga ke soal-soal dapur dan isi perut kita. Seperti harga-harga daging dan sembako yang terus meroket menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu, tetapi dampaknya terus berlanjut hingga memasuki pertengah bulan July 2013, yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1434 H. Dan ini terjadi di sebuah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. 


Seorang pedagang di Pasar
Induk Kramat Jati, Jakarta Timur
Mungkin kenaikan harga-harga daging sapi, cabai, bawang merah, kubis, minyak goreng, tidak terlalu penting buat Anda. Tetapi akan sangat berarti bagi Ibu-ibu dari keluarga golongan menengah ke bawah, yang setiap hari harus mengunjungi pasar untuk membuat dapur keluarga tetap bisa ngebul

Apa yang dirasakan? Jika dulu dengan uang Rp 20,000 bisa membeli sayur mayur lengkap dengan bumbunya, kini uang sejumlah itu masih terasa kurang! Mereka dipaksa untuk merogoh koceknya lebih dalam lagi hingga Rp.30,000  atau bahkan sampai Rp. 50,000. Sementara pendapatan sang suami tidak bertambah. Alhasil, terpaksa mereka harus rela untuk mengurangi kenikmatan, karena tidak bisa mengkonsumsi daging sapi, yang harganya terus membumbung!

Seorang rekan di situs jejaring sosial, dengan singkat dan tajam mengomentari tindakan Pemerintah dalam merespon mahalnya daging sapi, dengan gaya bercanda yang cerdas. Ini dia, Kafi Kurnia:  ".... begimane ngak runyam ...... pertama harga daging naik gila-gila-an ..... terus Presiden minta di lakukan impor daging segera ..... eeeeh .... ijin-nya telat ..... terpaksa impornya pake kapal terbang .... tetap aje jumlahnya terbatas dan harganya tetep mahal (wong daging naik kapal terbang ..... gimane ngak mau mahal ???) ..... daging udah masuk ..... yang jualan dipasar ogah jual .... lha yang diimpor daging beku .... ??? .... konsumen maunya daging segar ...... KESIMPULAN : ancur total !!! dan gagal ngurus !!!


Tahukah Anda bagaimana Gita Wirjawan tidak blingsatan, setelah disemprot Presiden karena harga daging sapi yang terus melambung justru disaat sebagian besar masyarakat tengah berpuasa dan sebentar lagi memasuki hari raya Lebaran, kemudian berlanjut ke Hari Natal dan Tahun Baru? 

Tuesday, February 26, 2013

Gurita Korupsi Demokrat: Pertanda Awal Kejatuhan Partai Berkuasa di Indonesia

Pembaca yang terhormat. Saya harus memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena hampir dua bulan sejak saya menulis pesan akhir tahun (selamat datang 2013), hingga kini belum meng-update blog ini. Padahal, dalam selang dua bulan ini, begitu banyak peristiwa menarik yang terjadi di sekitar kita, tetapi saya tidak menuliskannya.

Mulai dari banjir besar yang menenggelamkan Jakarta sebagai Ibukota Indonesia, hanya berselang beberapa bulan setelah Fauzi Bowo (incumbent Gubernur) dikalahkan dalam Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta oleh Jokowi, mantan Walikota Solo, yang fenomenal itu.

Munculnya Jokowi-Ahok (lihat: Akhirnya Wong Solo itu, Memimpin Jakarta)  hampir bertepatan dengan  terjadinya banjir besar lima tahunan yang menyebabkan Jakarta mengalami banjir besar, bahkan istana negara juga tergenang air. Analisis dari peristiwa banjir Jakarta, akan saya tulis tersendiri, dengan fokus: Saat Yang Tepat Menata kembali Ibukota (Mengurai Benang Kusut Kemacetan Lalu Lintas Jakarta Dengan WaterWays).


Peristiwa menarik lainnya, terjadi di arena politik nasional. Mengapa tentang politik? Saya memang tidak tertarik menulis politik, pertama karena bukan bidang yang saya kuasai. Maka tulisan saya mengenai hal ini pasti akan sangat dangkal.

Tetapi, ada alasan saya yang kuat  seakan mendesak pikiran saya untuk menulisnya, bahwa: saya dapat menggambarkan bagaimana perasaan umum orang-orang awam yang menjadi 'korban' dari permainan politik. Sehingga saya harus mengakui kebenaran pendapat yang mengatakan: jika Anda tidak perduli dengan politik, maka bersiap-siaplah Anda menjadi korban (permainan) politik. Dengan kata lain, jika Anda membiarkan orang-orang yang tidak bermutu berkiprah di arena politik, maka siapkan diri Anda untuk dipimpin oleh orang-orang yang lebih jelek dari Anda!

Tuesday, September 04, 2012

Benarkah Pasca Tsunami di Aceh: HIV/AIDS Mulai Merebak?

Merebaknya insiden kasus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus) / AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Darussalam, yang secara formal menjalankan syariat Islam, kini menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Benarkah ini terjadi pasca tsunami Desember 2004 silam, akibat dari terbukanya interaksi dengan masyarakat dari luar Aceh? 

mereka tidak menyadari
[youtube]
Sekadar menyegarkan ingatan kita. Pada 26 Desember 2004, Banda Aceh dan Nias, Sumatera Utara, mengalami gempa bumi berkekuatan 8,5 skala Richter, yang disusul dengan munculnya gelombang dahsyat tsunami, meluluhlantakan dan menghancurkan kota Banda Aceh, dengan menelan korban diperkirakan sebanyak 300 ribu jiwa tewas. 

Bencana terbesar sepanjang 40 tahun terakhir dalam sejarah ini, kemudian mengundang simpati dari berbagai kalangan masyarakat internasional. Berbagai perwakilan pemerintah asing termasuk lembaga-lembaga/organisasi kemanusiaan kemudian berdatangan ke sana.   Mereka membaur, berinteraksi dan bahu membahu di dalam kegiatan darurat hingga proyek rehabilitasi dan resosialisasi, termasuk pembangunan kembali berbagai fasilitas dan infrastruktur vital di sana. Bencana alam itu, memang telah berlalu, hampir 8 tahun silam. Aceh kini telah kembali normal. Tetapi, belakangan muncul berita menarik, yakni mulai terdeteksi dan merebaknya kasus HIV/AIDS di sana.


Fenomena gunung es
HIV/AIDS
Apa itu HIV/AIDS? Mereka yang terdeteksi HIV/AIDS di dalam dirinya mengalami keadaan penurunan sistem kekebalan tubuh. Ini disebabkan oleh sejenis virus yang membunuh bagian terpenting dari sel darah putih di dalam tubuh (disebut dengan sel CD-4).  

Penurunan sistem kekebalan tubuh, membuat penderitanya menjadi rentan  terhadap serangan berbagai penyakit karena sel darah putih yang seharusnya membantu melawan infeksi dan bibit penyakit yang menyerang masuk ke dalam tubuh, sudah tidak berdaya akibat masuknya virus HIV.

Fenomena global ini mulai mengkhawatirkan sejumlah kalangan, karena justru terjadi di Aceh, wilayah yang dikenal sebagai benteng moral terkuat di Indonesia. Berikut ini tulisan yang merunut perjalanan masuknya insiden HIV/AID di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang kami turunkan atas kerjasama http://www.Indonesiawaters.com dengan http://www.aidsindonesia.com. 

“ …. tingginya perkiraan tingkat penderita HIV/AIDS di Aceh disebabkan semakin terbukanya daerah tersebut terhadap masyarakat luar yang datang dengan misi kemanusiaan merehabilitasi Aceh pasca tsunami Desember 2004 lalu.” Ini pernyataan Direktur UNAIDS perwakilan Indonesia, Jane Wilson, di Banda Aceh (3/12-2006) yang diberitakan oleh  Harian “Serambi Indonesia”, Banda Aceh (4/12-2006).

Monday, September 03, 2012

Realitas Media Yang Menipu

Kesan Seminggu Menonton TV
Kita adalah pemegang kendali atas apa yang ingin dilihat. Anda berhak mendapatkan tayangan yang patut, program yang layak untuk ditonton dan didengar. Jangan biarkan pikiran, badan dan jiwa Anda sepenuhnya 'didikte' oleh selera media.  Terbius oleh tayangan televisi, bacaan koran-koran kuning, yang (sebagian besar) hanya mengeksploitir instink rendah manusia. 

Jadilah pemirsa yang cerdas dalam menonton televisi dan kritis membaca suratkabar.  Sebab liputan media massa, ibarat sepotong cermin yang dipungut dari ribuan pecahan yang masih berserakan dari sebuah mosaik besar yang disebut realitas!    

kerumunan pers ketika meliput
suatu peristiwa [portaltiga.com]
Dalam sepekan terakhir ini, media massa nasional yang (mayoritas) terbit dan bermarkas di Jakarta, seakan mendapatkan 'berita besar'. Para pembaca koran, pemirsa televisi dan pendengar radio-radio, yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, menjadi tahu (well informed)

Bahwa di Ibukota kota Jakarta telah terjadi 'peperangan' dua kelompok preman asal Ambon yang bertikai dengan preman asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menyebabkan seorang tewas dan beberapa mengalami luka-luka, akibat pukulan dan bacokan. Perkelahian antar gang preman ini ditengarai oleh perebutan lahan penjagaan sebuah lokasi keramaian di daerah Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat.

kerusuhan di Sampang, Madura
[lensaindonesia.com]
Sebelumnya, para pembaca surat kabar dan pemirsa televisi nasional juga menikmati liputan tentang terjadinya kebakaran pasca Idul Fitri di beberapa tempat di Jakarta, akibat dari korsleting listrik, faktor kelalaian manusia dalam suasana musim kemarau yang panjang.

Sementara, di luar Jawa, sebut saja pulau Madura, telah terjadi pertikaian diantara sesama umat Muslim, yang disebut-sebut berasal dari para pengikut Islam Sunni dengan pengikut islam Syiah, yang menyebabkan pembakaran beberapa rumah di sebuah desa di Sampang, sehingga sejumlah penduduk harus mengungsi untuk menghindari suasana genting. Pertikaian yang terjadi di dalam satu agama ini memang jarang terjadi, dan karena itu mengundang perhatian yang besar dari media massa.

Sunday, February 19, 2012

The Real Internet Income: Siapa Memberi, Dia Menerima

The Real Internet Income yang sukses sepertinya memang mengikuti hukum Kebajikan sebagaimana inti pesan yang dibawa para nabi dari jaman ke jaman. Dan kini sudah kembali ke abad kita hidup sekarang: Siapa Menabur Angin, Dia Menuai Badai. Siapa Banyak Memberi, Dia yang akan (lebih) banyak (lagi) Menerima.

Mari kita lihat. Apakah Anda sempat mengamati bagaimana situs-situs di internet bisa menjadi mesin uang jutaan bahkan milyaran dollar kepada pemiliknya? Bagaimana mesin pencari seperti Google, Yahoo atau situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, MySpace, Badoo dan lainnya bisa menjadi 'durian runtuh' bagi pemiliknya? Ini tidak lain karena mereka secara konsisten, terus menerus berkomitmen untuk melayani.

Friday, February 10, 2012

Under Construction

Dear Reader, 

 Halaman yang Anda lihat, saat ini sedang dalam perbaikan. Mencoba wajah baru. Dan masih dalam proses bongkar pasang. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini..... Kami akan segera tampil  dalam format yang (mudah-mudahan) lebih baik, secepatnya...!!!

  Terimakasih telah berkunjung!.

 Salam,
 Admin

Saturday, December 31, 2011

My Approach to Blogging

Selamat Datang di Blog Amatir!

Saya sedang belajar membuat blog. Masih "trial and error". Terus terang, lebih banyak waktu tersita bukan untuk menulis content blog ini, tetapi justru untuk mengutak-atik, bongkar pasang tentang bagaimana cara menampilkan blog yang baik, supaya lebih enak dilihat dengan navigasi yang mudah. 

Seringkali saya 'tersesat' sampai pusing sendiri. Padahal, yang saya butuhkan adalah blog yang simpel saja, karena saya lebih menginginkan isi-nya yang lebih banyak, lengkap dan bermanfaat bagi Anda.

Sunday, June 26, 2011

Pembaca yth.

Mohon maaf...karena pekerjaan (offline) saya terus-menerus menyita waktu, saya belum sempat menulis artikel yang baru untuk IndonesiaWaters. Semoga dalam waktu dekat ini, saya bisa segera terbebas dan bisa mengunjungi Anda kembali dengan  artikel-artikel yang segar.

Terimakasih atas kunjungan Anda.

Salam,
Admin

Saturday, June 11, 2011

PEMBACA YTH,

Pembaca Yth
Selamat Datang di Blog Amatir!

Mengapa Indonesia Waters?

Pernahkah Anda berada di suatu tempat, dimana jika Anda melihat ke depan, ke belakang, ke kiri dan ke kanan, bahkan ke  sekeliling Anda, yang terlihat adalah air dan hanya air? Sepanjang mata memandang hingga jauh ke batas ufuk sana...hanya permukaan air yang (tampak) berbatasan dengan kaki langit? Ya,  itulah laut dan samudera. 

Dari titik manapun Anda berada sekarang, kemudian Anda bergerak sembarang arah,  maka pada akhirnya Anda hanya akan tiba di laut. Lautan inilah yang justru jauh lebih luas, lebih besar dari pada tanah tempat kita berpijak sekarang. Dan wilayah yang maha luas itu, masih menyimpan misteri untuk disingkap dan dieksplorasi secara optimal bagi kesejahteraan kita.

Friday, June 03, 2011

My Approach to Blogging

Selamat Datang di Blog Amatir!

Saya sedang belajar membuat blog. Masih "trial and error". Terus terang, lebih banyak waktu tersita bukan untuk menulis content blog ini, tetapi justru untuk mengutak-atik, bongkar pasang tentang bagaimana cara menampilkan blog yang baik, supaya lebih enak dilihat dengan navigasi yang mudah. Dalam rangka belajar itulah, seringkali saya 'tersesat' sampai pusing sendiri. Padahal, yang saya butuhkan adalah blog yang simpel saja, karena saya lebih menginginkan isi-nya yang lebih banyak, lengkap dan bermanfaat bagi Anda.