Minggu, Juli 17, 2011

Teknik Membaca Cepat, Penting dan Perlu Anda Kuasai

Kuncinya, Fiksasi Mata Secara Efektif
(Serial Tips Menulis)
(blog.prathambooks.org)
Pada suatu kesempatan, saya mengikuti pelatihan Speed Reading  di sebuah Sekolah Tinggi Manajemen di Jakarta (terimakasih Ibu Jenny H. Utama, yang telah  memperkenalkan sekaligus menunjukkan metode membaca cepat). 

Teknik ini, sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin terus belajar, menambah ilmu untuk kemudian tentunya menularkan ilmu yang bermanfaat tersebut melalui karya tulis.  

Sebelum menulis, bacalah sebanyak mungkin referensi, tetapi tulislah hanya yang benar-benar Anda mengerti dan fahami. Bukan sebaliknya, banyak menulis sesuatu melebihi pemahaman Anda. Sebab jika itu yang Anda lakukan, maka kita hanya akan menghasilkan tulisan yang menyesatkan.   



Untuk bisa memahami subjek atau permasalahan yang akan ditulis dengan lebih baik, maka metode terbaik adalah dengan meningkatkan kemampuan membaca yang efektif. Teknik membaca cepat dengan tingkat pemahaman yang tinggi bisa diperoleh,  melalui efisiensi gerakan mata dalam menangkap skim atau intisari pesan-pesan tertulis. Kita bisa mengubah kebiasaan membaca yang buruk, hanya dengan mengubah 'gerakan mata dalam  melihat kata-kata pada sebuah tulisan. 

Pasangan mata kita, sebenarnya bisa dilatih untuk bisa meraup atau menangkap sekaligus beberapa rangkaian kata hanya dengan satu fiksasi (satu gerakan mata pada suatu titik pandang tertentu). Maka, jika cara kita membaca (biasanya) kata demi kata, cobalah mulai dilatih dengan melihat/membaca satu suku kata (2-3 kata) dalam satu fiksasi. Dengan kata lain, jangan  dibiasakan mata kita setiap kali berhenti pada satu titik pandang untuk membaca satu kata, tetapi usahakan  pada tiga (3) atau empat (4) kata sekaligus. 

Cobalah lihat satu baris kalimat dalam tiga titik fiksasi gerak mata. Jika satu baris biasanya terdiri dari rata-rata 12 kata, tangkaplah ke-12 kata itu dalam 3 – 4 gerakan mata.  Teruslah lakukan itu dari baris pertama hingga baris-baris berikutnya.

Temukanlah kata kunci untuk setiap alinea. Kata kunci biasanya merupakan kata yang merupakan inti dari seluruh pembahasan dari setiap alinea. Temukan kata itu dengan cepat pada setiap alinea. Maka selanjutnya dalam beberapa halaman dari suatu bab buku yang Anda baca, Anda dengan mudah dan cepat segera bisa menemukan intisari tulisan. Jika Anda menyeduh segelas susu, maka ketika air di dalam gelas itu sudah tenang setelah diaduk dan dikocok, akan tampak skim yang menumpuk di dasar gelas. Itulah yang saya maksudkan dengan intisari. 
   

Untuk menguasai metode speed-reading memang memerlukan latihan. Berlatihlah dengan irama ketukan. Seperti kita belajar menyanyi yang harus memperhatikan ketukan (beat) pada setiap nada lagu. Mulai dari tempo lambat, secara perlahan meningkat menjadi sedang, lalu cepat dan kemudian menjadi sangat cepat!
 
Alhamdulillah saya pernah mencapai 1107 wpm (kata/menit) dengan tingkat pemahaman 80%. Dan saya percaya, Anda bisa mencapai kecepatan yang lebih dari itu. 

Hanya saya tidak tahu, apakah nilai ini, berarti: bagus, sangat bagus, cukup, jelek atau sangat jelek? Cobalah sesekali Anda mencoba sendiri dengan menggunakan stop watchTetapi tingkat kecepatan membaca seseorang (dengan asumsi pemahaman di atas 60%) itu akan menurun jika tidak dipergunakan. Demikian sebaliknya, akan meningkat jika terus dilatih dan dipergunakan. 


Paraphrasing
Metode speed-reading juga menganjurkan kita untuk belajar mengolah kemampuan paraphrasing (menafsirkan) sebaris kalimat atau sebuah alinea, bahkan sebuah artikel tulisan (sekitar 3000-5000 kata) hanya dalam beberapa menit.  

Paraphrasing adalah teknik membaca cepat dengan hanya menangkap beberapa kata kunci! Saya tidak tahu bagaimana mesin pencari hebat seperti Google bekerja. Tetapi, pada dasarnya ia mengikuti pola kerja otak manusia. Buktinya, hanya dengan dibekali kode-kode unik tertentu,  Tuan Google bisa menafsirkan isi sebuah situs  hanya dalam hitungan detik!  

reading books
Namun paraphrasing biasanya mengabaikan tingkat pemahaman. Karena itu, ia harus diimbangi dengan alat kontrol lain, yakni: asosiasi, imajinasi, persepsi, dan lainnya yang memungkinkan tingkat pemahaman kita tetap terjaga. Bahkan meningkat.


Kembali ke soal pergerakan mata dalam membaca. Anda bisa melatih fiksasi mata di mana saja dan dalam keadaan apapun. Jika suatu ketika Anda pergi jalan-jalan ke tempat ramai, di sebuah kawasan perbelanjaan misalnya. Banyak tulisan terpampang di sana. Ada spanduk, neon sign, iklan baliho, merk-merk produk tertentu dan lain-lain. Cobalah Anda baca semua itu hanya sekelebatan atau dengan sekali tatapan mata saja. Seperti nama toko, alamat, bahkan nomor telephone. 


Jangan memanjakan mata Anda dengan membaca kata per kata. Setelah selesai, segeralah beralih pada objek bacaan lain. Demikian seterusnya. Maka tanpa kita sadari, memori di kepala Anda akan merekam begitu banyak informasi dalam waktu yang singkat. Begitu juga, yang sebaiknya Anda lakukan dalam membaca buku. Kecuali beberapa buku teks yang memang memerlukan kecermatan lebih tinggi. 

Tumpukan informasi yang Anda peroleh (gabungan dari hasil penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman) bisa kita panggil kembali keluar dari gudang ingatan, kemudian Anda perintahkan otak untuk melakukan analisis. Maka, pada saat inilah sebenarnya Anda telah siap untuk menulis sesuatu yang baru. Apa yang menumpuk berdesakan di tangki memori kita, bisa kita perintahkan untuk ditarik (bahkan dipaksa dengan cara mengingat-ingat agar) meluncur keluar kemudian hadir di atas kertas atau layar komputer menjadi suatu karya tulis yang baru.    

freereadingbooksonline.com
Apakah Anda  ingin tahu dengan cepat apa yang menjadi agenda pembicaraan masyarakat? Ambilah beberapa eksemplar surat kabar yang terbit hari ini.  Bacalah setiap berita, cukup pada alinea pertama saja yang disebut teras berita (lead) atau intronya.

Pada teras berita itulah, sebenarnya bisa kita temukan dengan mudah ‘skim’ yang kita cari. Setelah dapat, Anda bisa secepat kilat beralih ke berita-berita lainnya. 

Tetapi, cara membaca teras sebuah tulisan saja, tidak berlaku untuk jenis tulisan selain berita. Seperti artikel (essay) opini, karangan khas (human interest story) sebab jenis-jenis tulisan itu berbeda formatnya dengan berita karena pada jenis-jenis tulisan tersebut, skim nya bisa berada di depan, di tengah atau bahkan di akhir alinea tulisan. 

Para pegawai Hubungan Masyarakat (humas) yang bertugas memantau media cetak, tentu bisa memanfaatkan teknik membaca cepat ini. Cobalah Anda praktikan, melahap setidaknya 10 jenis Koran berbeda yang terbit setiap hari dalam waktu kurang dari satu jam! Lakukan itu, setiap pagi sebelum memulai suatu rapat. Anda akan merasakan manfaatnya. 

Jika Anda sering kesulitan tidur, ambilah sebuah buku bacaan ringan atau cerita pendek atau novel. Mulailah melatih fiksasi dengan gerakan cepat membentuk huruf ‘Z’ bergerak diagonal dari kiri ke kanan dengan menangkap lebih dari satu kata (dua atau tiga) pada satu titik fiksasi mata.

Apa yang biasanya membujuk Anda untuk berhenti membaca, disebabkan karena mata Anda mengalami kelelahan. Jangan biarkan itu terjadi. Gunakan gerakan fiksasi mata dengan efektif, untuk mendapatkan informasi yang optimal dalam waktu yang singkat. 
Selamat mencoba!


Related Article>>
Mengapa untuk Menulis Perlu (banyak) Membaca?

Manfaat Menulis

Bagaimana Mulai Menulis?

                              

Tidak ada komentar: