Indonesia adalah Sundaland, Peradaban Tinggi yang Hilang!
Pernahkah Anda berada di suatu tempat, di mana
jika Anda melihat ke depan, ke belakang, ke kiri dan ke kanan, bahkan ke
sekeliling Anda, yang terlihat adalah air dan hanya air? Sepanjang
mata memandang hingga jauh ke batas ufuk sana...hanya permukaan air yang
(tampak) berbatasan dengan kaki langit? Ya, itulah laut dan
samudera.
Dari titik mana pun Anda berada sekarang, kemudian Anda bergerak ke sembarang arah, maka pada akhirnya Anda hanya akan tiba di laut. Lautan inilah yang justru jauh lebih luas, lebih besar daripada tanah tempat kita berpijak sekarang. Dan wilayah yang maha luas itu, masih menyimpan misteri untuk disingkap dan dieksplorasi secara optimal bagi kesejahteraan kita.
Saya tinggal di Indonesia, yang lebih dari 2/3 wilayahnya adalah lautan. Gugusan daratan besar dan kecil yang berjumlah sekitar 17.000 pulau, membentang dari Sabang sampai Merauke. Mereka berserakan terpencar seperti mosaik indah di antara dua samudera besar: Pasifik dan Hindia. Negeri kepulauan ini juga dijepit oleh dua benua besar yang melindungi warganya dari amukan badai laut. Inilah tempat terbaik di dunia untuk berlayar. Setidaknya, di wilayah ini tidak dikenal istilah taifun atau hurricane.
![]() |
| Indonesia (peta-jakarta.blogspot.com) |
Filosof besar asal Yunani, Plato (427–347 SM), dalam 'Timaeus and Critias' pernah menggambarkan suatu daratan bersabuk emas di mana alamnya (tanah, udara, dan air) yang subur sangat memungkinkan lahirnya, tumbuhnya, dan berkembangnya peradaban manusia, dibandingkan dengan wilayah lain yang memiliki iklim dengan suhu yang ekstrem.
Kontinen yang kemudian
disebut Atlantis itu, konon penghuninya memiliki peradaban dengan tingkat
kebudayaan tinggi. Namun, sayangnya, Atlantis yang disebut surga Eden itu kini menghilang seiring dengan fenomena alam dan berbagai bencana, seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, serta mencairnya lapisan es di Kutub Utara yang menenggelamkan sebagian daratan!
Sunda Land (Indonesia Barat: Jawa, Sumatera dan Kalimantan) beserta Semenanjung Malaysia, Singapura dan Thailand, sangat mungkin merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai misteri Atlantis yang hilang itu, karena Sunda Land adalah sebuah wilayah yang paling sesuai dengan kriteria Eden.
Saya tidak bermaksud berlebihan. Tetapi tanah, berikut sungai dan perairan yang luar biasa, serta iklim yang nyaman inilah yang paling memungkinkan tumbuh dan berkembangnya sebuah kebudayaan awal jika dibandingkan dengan kawasan lain di muka bumi ini yang memiliki iklim yang ekstrem.
Namun sayangnya, Eden in
the East yang memiliki keanekaragaman hayati di dasar lautnya, hingga kini
masih belum banyak disentuh. Begitu juga, pegunungan bersabuk emas seperti Bukit Barisan di punggung Pulau Sumatera serta ribuan pantai yang indah nan eksotik yang tersebar di berbagai pulau kini menanti Anda atau siapa saja yang (datang, menetap, atau singgah sementara) di Indonesia untuk menjelajahi dan mengeksplorasi kawasan ini lebih jauh.
Para birokrat, politisi, serta aktor penentu kebijakan lainnya yang menghuni negeri ini sedang mabuk euforia kebebasan karena sudah terlalu lama dijajah. Baik oleh bangsa asing maupun oleh bangsanya
sendiri (termasuk para pimpinannya yang otoriter di masa lalu).
Lebih menyedihkan lagi, mereka sepertinya lebih banyak tersita
waktunya untuk mengurus politik (baca: berebut kekuasaan untuk kepentingan diri dan
kelompoknya masing-masing) ketimbang mengurus warisan maha besar yang telah
disediakan Tuhan ini untuk kesejahteraan sebanyak mungkin rakyatnya. Maka
yang terjadi, penghuni Sunda Land yang seharusnya menjadi
bangsa yang superior itu, kini jatuh ke dalam kontras yang menyedihkan: bangsa
yang miskin, selalu tertinggal dan cenderung berorientasi ke daratan!
Melalui blog ini, saya ingin mengajak Anda untuk (melihat dan pergi) ke laut. Dari gagasan sederhana inilah INDONESIA WATERS diterbitkan. Bukan cerita tentang wilayah yang indah atau lautnya yang kaya, melainkan tentang manusia yang berada dan tinggal di dekatnya. Seperti: tentang Pelayaran, Petualangan Bahari, Kapal Tradisional, dan bagaimana mereka menghadapi Bencana air dari laut. Dan jika saya menulis tentang AIR MINUM, juga bukan tentang airnya, tetapi mengenai bagaimana manusia yang mengelola air minum tersebut. Seperti institusi publik di Indonesia yang mengurus dan mengelola masalah pemasokan dan distribusi AIR MINUM.
Mengapa penting? Karena itulah sebenarnya yang mendominasi kita, mulai dari lautan hingga ke jagat mikro di dalam tubuh kita. Namun demikian, tidak bisa dihindari juga, sesekali saya menulis beberapa sketsa sosial yang terjadi di Indonesia.
Semua ide, pengalaman dan opini yang ditulis dan diunggah di blog ini dimaksudkan untuk berbagi dengan Anda, dengan cara penulisan yang populer tetapi bukan fiksi. Sumber yang
saya gunakan di dalamnya berasal dari berbagai bahan yang berserakan, kemudian
dikompilasi, dianalisis dengan tambahan (sedikit) hasil refleksi.
Tidak semua isi blog ini
merupakan karya saya sendiri, tetapi juga ada di antaranya yang berasal dari karya
(tulis dan foto) orang/sumber lain. Dan, jika ada karya dari sumber lain yang
saya posting di blog ini, Anda akan menemukan dari mana sumber yang saya
gunakan tersebut. Harapan yang sama juga saya tujukan kepada Anda yang berminat
dengan materi yang ada di blog ini, silahkan di download dan dipergunakan
dengan mencantumkan sumbernya.
Mohon tinggalkan
komentar, kesan, kritik atau apa saja. Saya berharap tanggapan Anda dapat:
meluruskan, mengoreksi, atau memperkaya isi tulisan, sehingga akan sangat
membantu saya dalam mengupdate isi serta tampilan blog ini di masa mendatang
agar lebih bermanfaat bagi pembaca lain yang datang kemudian.
About Me
Saya sekolah di Bandung, bekerja di Jakarta dan menetap di Bekasi. Pada akhir 1990-an, saya mulai bekerja di bidang jurnalistik selama lebih dari 10 tahun.
| Me, 2011 |
Saya pernah berlayar di
perairan Indonesia dan mengunjungi beberapa negara di kawasan Asia, beberapa
tahun silam. Dari pengalaman berlayar itu, timbul ketertarikan terhadap dunia
kelautan. Selain itu, pernah juga bekerja untuk sebuah majalah internal di
bidang penyediaan, pemasokan dan pendistribusian Air Minum di Indonesia.
Kemudian menulis buku tentang Kelautan dan AIR MINUM serta tentang Motivasi,
selain menulis berbagai artikel untuk konsumsi media massa.
Meski sekarang saya
mengurus bisnis di bidang transhipment dan tidak lagi menjadi wartawan, tetapi
'naluri' untuk menulis itu selalu mengajak saya kembali ke habitat. Maka, di
sela-sela waktu senggang saya menulis.
Kegiatan lain yang saya
sukai adalah bepergian ke tempat baru. Bermain bridge (kontrak), bermain musik
(band). Juga senang dengan tanaman (hias) dan binatang peliharaan. Saya juga mempunyai
banyak teman dari berbagai kalangan. Dan senang berteman dengan siapa saja
tanpa memandang asal-usul, suku, ras, golongan, pandangan politik. Bahkan agama
dan kebangsaan.
Anda dapat menemukan saya pada beberapa jejaring sosial yang saya ikuti, seperti di facebook.com; twitter.com; myspace.com; linkedin.com; dll. Adakah kira-kira minat Anda yang sama? Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui kontak di bawah ini.
Anda dapat menemukan saya pada beberapa jejaring sosial yang saya ikuti, seperti di facebook.com; twitter.com; myspace.com; linkedin.com; dll. Adakah kira-kira minat Anda yang sama? Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui kontak di bawah ini.
Oke, sekali lagi, terima kasih telah berkunjung ke blog INDONESIA WATERS!
Saya berharap blog ini bermanfaat dan memberi inspirasi bagi Anda,
pada bidang apa pun dan di mana pun kini Anda berada.
Hope you all succeed in every endeavor...!
Salam,
Semy Havid
http://www.IndonesiaWaters.Com
http://id.linkedin.com/in/semyhavid
http://www.sfi4.com/11577861/FREE

No comments:
Post a Comment