Tuesday, June 14, 2011

Wanadri Luncurkan Buku Pulau-pulau Terluar Indonesia: "Tepian Tanah Air"

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri, malam ini memperkenalkan hasil ekspedisi "Garis Depan Nusantara" yang dikemas dalam bentuk buku berjudul "Tepian Tanah Air" 24 Pulau Terdepan Indonesia Bagian Tengah.

Acara peluncuran buku "Tepian Tanah Air" yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, didukung oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Rencananya, dilangsungkan Selasa, 14 Juni 2011. Pukul 19.00 WIB - selesai, di Ruang Serba Guna, Galeri Nasional Jakarta, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta. Keynote speaker: Ir. Jero Wacik, SE., Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Bagi Anda peminat kegiatan alam terbuka, silahkan datang dan bergabung.
See you there!


 Continue Reading>>   

Wanadri Tancapkan Pagar di Beranda Rumah Indonesia     
(Penjelajahan dan Pendataan TEPIAN TANAHAIR, Pulau-Pulau Terluar Indonesia)

Saturday, June 11, 2011

Keliling Indonesia Dengan Perahu Cadik, Siapa Takut?

Acara Pelepasan Pendi dari Ancol
(ekspedisibahari.wordpress.com)
Petualang Laut, Effendy Soleman (60), pada Minggu 29 Mei 2011 yang lalu, memutuskan untuk berlayar keliling Indonesia (Jakarta - Sabang - Merauke - Jakarta) menempuh jarak sekitar 9000 mil, menggunakan perahu Cadik, jenis trimaran (multi hull) bernama Katir Nusantara II. Pelayaran yang direncanakan selama 3 bulan ini, akan singgah pada setiap pelabuhan yang dilaluinya, dengan membawa serta para pemuda setempat untuk menularkan semangat dan jiwa bahari. 
effendy Soleman

Katir Nusantara II (panjang 8,5 M, lebar 6 M, dan tinggi tiang layar 10 M), selain menggunakan layar sebagai penggerak utama, juga  dibantu dua motor tempel bertenaga 15 PK. Katir dibuat oleh Dop Barr dari Carita Boat Indonesia menelan biaya sekitar Rp.335 juta (39,429.5 US Dollar). Ekspedisi Sabang-Merauke, selain didukung para pejabat juga mendapat banyak sponsor, terutama dari kalangan Media, karena memang Effendy Soleman  cukup dekat dengan lingkaran wartawan di Jakarta.

Pendi, demikian ia biasa dipanggil, bertolak dari kompleks Gelanggang Olah Raga Air, Bahtera Jaya, Ancol, Jakarta Utara, bersama Haberta Adi Pratama, Ases Roberty dari Masopala Universitas Sriwijaya, dan Syafei, pramuka Saka Bahari Jakarta. 

Pelayaran ‘nekat’ ini memang bukan pertama kali ia lakukan. Pada 1988, Pendi pernah berlayar dari Jakarta menuju Brunei Darussalam menggunakan perahu cadik tunggal, Cadik Nusantara. Setahun kemudian ia berlayar lagi mengajak 7 Cewek dari Jakarta menuju Bangka dengan nama ‘Ekspedisi Wanita Cadik Nusantara’. Dan pada 1996 ia seorang diri berlayar ke Penang, Malaysia. Terakhir, tahun 2005, ia berlayar dalam rangka memperingati setahun bencana tsunami di Aceh.

Pelayaran mantan fotografer tabloid Mutiara kali ini, seakan mengingatkan sejumlah pihak untuk ‘menghidupkan’ olah raga perahu layar di berbagai daerah di Indonesia. 

Dengan ekspedisi Sabang - Merauke, Pendi juga seakan memicu persiapan 'Sabang Regatta' (Sabang-Langkawi-Phuket) lomba layar internasional yang disponsori Departemen Pariwisata, yang digelar September mendatang, sehingga diharapkan kota Sabang (dan pulau Weh) yang merupakan wilayah di ujung paling barat Indonesia di mana terletak Kilometer NOL ini, bisa menjadi pintu gerbang utama pariwisata memasuki pulau Sumatera, Pulau Nias, dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Mengapa Indonesia Waters?

Pembaca Yth
Selamat Datang di Blog Amatir!

Mengapa Indonesia Waters?

Pernahkah Anda berada di suatu tempat, dimana jika Anda melihat ke depan, ke belakang, ke kiri dan ke kanan, bahkan ke  sekeliling Anda, yang terlihat adalah air dan hanya air? Sepanjang mata memandang hingga jauh ke batas ufuk sana...hanya permukaan air yang (tampak) berbatasan dengan kaki langit? Ya,  itulah laut dan samudera. 

Dari titik manapun Anda berada sekarang, kemudian Anda bergerak sembarang arah,  maka pada akhirnya Anda hanya akan tiba di laut. Lautan inilah yang justru jauh lebih luas, lebih besar dari pada tanah tempat kita berpijak sekarang. Dan wilayah yang maha luas itu, masih menyimpan misteri untuk disingkap dan dieksplorasi secara optimal bagi kesejahteraan kita.

Tuesday, June 07, 2011

Mengapa Perahu Phinisi Sanggup Menahan Gelombang Samudera?

Mengenal Konstruksi Perahu Layar Phinisi Nusantara (Bagian ke-2)

'The sea worthy ship is the one who will take care of you after you can no longer take care of her,'' kalimat itu meluncur dari Capt. Gita Ardjakusuma, Nakhoda Phinisi Nusantara ketika di wawancara wartawan 'Mutiara' sebuah penerbitan 'petualangan' yang terbit di Jakarta (Edisi 30 Juli - 12 Agustus 1986). Dan kemudian dikutip kembali oleh Kowaas (Intermasa, 19: 1995).

"Bila kita tidak lagi berdaya, kapal itulah yang akan memelihara kita para pelaut. Bagai seorang istri setia, ia akan memelihara kita walaupun kita sudah tidak berdaya'. Itulah alasan mengapa sebuah perahu layar tradisional yang dipersiapkan untuk menjelajah samudera harus benar-benar kokoh selain memiliki tingkat stabilitas yang baik.

Monday, June 06, 2011

Mengenal Konstruksi Perahu Layar Phinisi Nusantara

Sketsa Phinisi Nusantara

Phinisi Nusantara adalah nama resmi yang diberikan Presiden Soeharto pada perahu Pinisi yang (ketika itu) akan mengemban tugas penuh prestise, membawa keharuman kepulauan Nusantara ke mancanegara, khususnya pada Vancouver Expo'86 di Canada, (dilanjutkan ke San Diego) Amerika Serikat. Menempuh jarak 11.000 + 1650 mil laut dalam tempo 67 hari.

Inilah satu-satunya kapal kayu (panjang 31 meter, bobot 150 ton) yang mendapatkan penghormatan militer dari kapal induk militer Amerika USS Constelation ketika Phinisi melaju di English Bay dan berpapasan dengan kapal induk berbobot mati 80,000 Ton, terbuat dari baja dengan bertenaga nuklir, yang tengah sandar di sana. Tak pelak lagi, kehadiran Phinisi telah mengundang kekaguman seluruh awak kapal yang hadir ketika itu. Mereka tak habis pikir, bagaimana mungkin sebuah kapal kayu, bisa menempuh ribuan mil dan berhasil tiba dengan selamat di pantai barat Amerika? Bagaimana sebenarnya konstruksi kapal kayu 'made in Indonesia' ini  dibuat?

Sunday, June 05, 2011

Cerita Lusia: Make It Simple, Start From Small Thing!


Lusia Nini Purwajati, 23 tahun adalah Penulis muda Indonesia, yang belum lama ini meraih  juara pertama pada International Youth Day Essay Contest. Sebuah kontes penulisan essay bergengsi di tingkat dunia, yang diikuti sekian banyak peserta dari berbagai negara. Gagasannya sederhana. Tetapi ia berhasil menuliskannya dengan baik. Mari kita belajar dari Lusia.

Lusia N. Purwajati
Lusia dinilai berhasil mengombinasikan anekdot personal dengan pandangan yang luas  tentang bagaimana kita bersikap sehingga dapat membantu mengubah masa depan planet (bumi) kita menjadi lebih baik. Lusia seakan ‘mengingatkan’ kita agar berpikir global dengan bertindak lokal. Berbuat sesuatu yang besar melalui tindakan kecil sehari-hari. 

Berikut ini saya kutipkan cuplikan tulisan Lusia untuk Anda dari International Youth Day Essay Contest.

By walking or cycling maybe we need 15 minutes more to get to school, but we can extend the age of our Earth. (Lusia Nini Purwajati, Indonesia).


Saturday, June 04, 2011

Saatnya, Menempa Calon Pemimpin Bangsa di Laut

NOVEMBER 1999. Sekitar 200 orang telah hadir di hotel Cumberland di jantung kota London. Mereka mewakili 26 negara anggota International Sail Training Association (STI), organisasi yang mewadahi perkumpulan kapal latih tiang tinggi (Tall Ship) di seantero bumi....

Friday, June 03, 2011

My Approach to Blogging

Selamat Datang di Blog Amatir!

Saya sedang belajar membuat blog. Masih "trial and error". Terus terang, lebih banyak waktu tersita bukan untuk menulis content blog ini, tetapi justru untuk mengutak-atik, bongkar pasang tentang bagaimana cara menampilkan blog yang baik, supaya lebih enak dilihat dengan navigasi yang mudah. Dalam rangka belajar itulah, seringkali saya 'tersesat' sampai pusing sendiri. Padahal, yang saya butuhkan adalah blog yang simpel saja, karena saya lebih menginginkan isi-nya yang lebih banyak, lengkap dan bermanfaat bagi Anda.

Friday, May 27, 2011

Menulis dan Sensor Diri (Self Censorship)

Setiap orang mempunyai kebebasan untuk menulis. Anda benar-benar bisa menulis apa saja dengan cara bagaimana saja juga untuk tujuan apa saja sesuai keinginan Anda. Tetapi, ketika (tulisan) Anda berhubungan dengan orang lain, kemudian dilakukan melalui media umum (terbuka), maka kebebasan Anda pada dasarnya dibatasi oleh kebebasan orang lain untuk mendapatkan hak yang sama. 

Inilah saatnya kita memerlukan sensor diri yang bisa mencegah kita dari kesulitan yang lebih besar, yakni bergesekan dengan persoalan etika, benturan moral dan/atau pelanggaran hukum. 


Tidak ada sanksi apapun ketika Anda melanggar etika dan moral. Tetapi ada sanksi yang tegas ketika Anda melanggar hukum. 

Sanksi etika dan moral bersifat instrinsik (bisa dirasakan tetapi tidak terlihat) sedangkan sanksi hukum bersifat ekstrinsik, jelas dan nyata. Ancamannya, bisa berupa hukuman pidana seperti kurungan badan (penjara) atau perdata berupa denda yang harus dibayar. 

Sanksi etika dan moral, berupa alienasi (pengasingan), tidak disukai (dibenci) tersingkirkan dari pergaulan sosial atau sama sekali tidak diperdulikan (kehadiran/keberadaan Anda diabaikan/tidak dianggap).

Menulis Itu Candu!


Menulis itu candu. Benarkah? Jangan khawatir. Tidak ada salahnya, jika menjadi pecandu sesuatu yang tidak merusak fisik, psikis dan pikiran kita. Benar, menulis itu bak candu. Sekali Anda  menikmatinya, akan sulit Anda menghentikannya. Apa yang sesungguhnya membatasi Anda, pada akhirnya adalah soal waktu. Maka, tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai pada waktunya.    

Tidak pernah ada karya tulis manusia  yang  sempurna, selama kita berada dalam kerangka waktu. Perjalanan menggunakan waktu itulah yang memungkinkan timbulnya  perkembangan gagasan dan pemikiran seorang penulis untuk terus menerus memperbaiki karyanya. Inilah saatnya kita memahami satu-satunya batasan bagi setiap penulis, yakni deadline.


Opium Smoker
Kita pernah menyinggung selintas mengenai deadline atau  tenggat waktu yang menentukan hasil sebuah karya tulis. Baiklah, kita lanjutkan tentang apa itu tenggat waktu. Ada satu hal yang penting diketahui di dalam industri penerbitan media massa dan wajib dihormati oleh Penulis maupun Penerbit. Bahkan saking dihormatinya, ia acapkali disebut sebagai Dewa. Ia bukanlah para Bos atau pimpinan di suatu perusahaan penerbitan, tetapi justru deadline!

Maka, jika selama ini Anda merasa menjadi manusia bebas, yang bisa berbuat sekehendak hati, tetapi faktanya, tetap saja Anda tidak bisa terbebas dari kerangka waktu. Inilah sesungguhnya yang mengendalikan  kita dalam menulis!

Sunday, May 22, 2011

Memetik Pelajaran Dari Lomba Layar Sydney-Hobart

source:  https://www.coralexpeditions.com/wp-content/uploads/2019/12/
Sydney-to-Hobart-Yacht-Race-Start-1.jpg

Sydney-Hobart Yacht Race dimulai usai perayaan Natal dan berakhir menjelang puncak acara pergantian tahun baru. Lomba layar yang bertujuan membina mental dan karakter para remaja ini, dimulai dari pelabuhan Sydney dan berakhir di Hobart, Kepulauan Tasmania, Australia, menempuh jarak sekitar 400 mil laut. Tahun ini, 2024-2025 setidaknya, ada 150 kapal layar berpartisipasi dalam lomba yang sudah menjadi tradisi pelaut di negeri Kanguru ini. Suasana berlangsung meriah.

Friday, May 20, 2011

Tindakan Luar Biasa, Hanyalah Kewajiban Biasa

(Bagian kedua: Saatnya, Menempa Calon Pemimpin Bangsa di Laut)


Membawa sebuah kapal dengan aman adalah pekerjaan yang cukup berat.  Tidak semua pelaut bisa menjadi nakhoda, disini tumbuh rasa tahu diri: biarlah kita menyingkir ke pinggir untuk memberikan jalan kepada teman yang lebih mampu untuk maju ke depan.....     

Thursday, May 19, 2011

How To Write Better?

Pembaca Yth.

Mengingat semakin tingginya para peminat blog yang biasa disebut BLOGGER di Indonesia dewasa ini, maka mulai hari ini dan selanjutnya, saya ingin berbagi kiat-kiat atau tips praktis tentang  Teknik Menulis yang Efektif.

Gagasan ini sebenarnya sudah cukup lama mengendap di dalam benak. Tetapi, baru kali ini bisa dilaksanakan setelah menyingkirkan berbagai alasan yang selalu mencegah niat tersebut. Padahal, Teknik Menulis yang Efektif sungguh sangat penting dan perlu diketahui siapa saja. Keterampilan menulis sangat bermanfaat dalam memenuhi berbagai keperluan sehari-hari dan bisa dilakukan kapan saja!

Monday, May 16, 2011

Beberapa Usulan dan Solusi Pengelolaan Harta Karun (BMKT)

Bagian (3) Ketiga: 
Harta Karun di Perairan Indonesia, Menunggu Diangkat


the heritage (portalunesco.org)
Kegiatan pengangkatan Harta Karun  bawah laut (istilah resminya: Benda berharga asal Muatan Kapal yang Tenggelam/BMKT) di perairan Indonesia, pada kenyataanya tidaklah selalu mudah dan berjalan lancar. 


Masih  terjadi kesimpangsiuran di dalam pelaksanaannya. Baik di kalangan Pengusaha /Investor BMKT itu sendiri maupun antara Pengusaha dengan  Panitia Nasional (Pannas) BMKT serta pihak-pihak terkait lainnya. Berikut ini beberapa usulan dan solusi dalam pengelolaan Harta Karun, yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:

Pertama, perlu lokakarya nasional diantara para Pengusaha/Investor dengan berbagai instansi Pemerintah, lembaga/institusi lain yang terkait dengan masalah BMKT. Tujuannya adalah untuk memahami pedoman dalam pengusahaan BMKT sebagai landasan berpijak bagi mereka yang tertarik berusaha di sektor ini. Selain itu, juga sebagai upaya sosialisasi bagaimana melaksanakan bisnis harta karun yang notabene juga merupakan warisan sejarah dan budaya.

Wednesday, May 11, 2011

Harta Karun di Perairan Indonesia dan Problematikanya

Bagian ke-2 : Harta Karun di Dasar Laut Perairan Indonesia, Menunggu Diangkat

Apakah Anda tertarik dengan bisnis pengangkatan Harta Karun dari Kapal Tenggelam? Indonesia adalah gudangnya. Namun, sebelum Anda memutuskan terjun di bisnis ini, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait dengan problematika pengelolaan Harta Karun di Indonesia. Dan tentunya, memerlukan klarifikasi dari Pemerintah Indonesia cq. Panitia Nasional Benda berharga asal Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

Pengangkatan Harta karun 
di  Belitung, Indonesia 2009 
(private doc)
Perairan Indonesia  bak museum bawah laut yang menyimpan potensi harta karun yang luar biasa. Ini adalah fakta. Dan karena itu, Pemerintah Indonesia telah membentuk  Panitia Nasional Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (Pannas BMKT), yang  keanggotaannya terdiri dari berbagai  departemen dan instansi Pemerintah.  Diantaranya para ahli dari: Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Pendidikan /Kebudayaan, Departemen Pertahanan dan Keamanan bahkan juga Departemen Keuangan.....


Salah satu tugas dan fungsi Panitia Nasional ini selain  untuk menjaga dan mengelola potensi  kekayaan harta benda Negara bernilai sejarah itu, juga menjadi jembatan penghubung antara Pemerintah dengan pihak pengusaha/investor (swasta nasional atau pihak asing) yang berminat melakukan pengangkatan Harta Karun.

Wednesday, May 04, 2011

Pembajak Somalia Bebaskan Pelaut Indonesia Dengan Tebusan 4,5 Juta Dolar AS

perompak somalia 
(telegraph.co.uk)
 Setelah ditawan selama 46 hari, sejak 16 Maret 2011 silam, kapal MV. Sinar Kudus milik perusahaan Pelayaran  Samudera Indonesia, akhirnya dibebaskan Minggu (1/5/2011) dengan tebusan sebesar 4,5 juta dolar AS (sekitar Rp 35 milyar) melalui proses negosiasi antara pihak perusahaan dengan para pembajak disaksikan intel dari TNI-AL. Seluruh ABK (20 orang) dilaporkan selamat dan telah kembali ke tanah air. Sebanyak 4 (empat) orang pembajak berhasil disergap dan tewas..


Tuesday, May 03, 2011

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menulis? Dan Apa Yang Harus Kita Tuliskan?

Menulis bisa kapan saja. Carilah tempat, waktu dan suasana yang nyaman bagi Anda. Bisa pagi-pagi setelah bangun tidur, ketika pikiran masih segar. Atau sebelum berangkat ke kantor. Bisa juga siang hari di tengah kejenuhan suasana kerja, atau ketika ada waktu istirahat. Bahkan bisa sore atau malam hari, setelah merampungkan semua pekerjaan rutin. Ada yang membiasakan diri menulis sebelum tidur, dia menuliskan segala sesuatu yang dialaminya sehari itu, sebelum berangkat keperaduan untuk bermimpi. Singkatnya, tidak ada ketentuan kapan harus menulis.

Bagaimana kalau kita bepergian keluar rumah, keluar kota bahkan ke luar negeri? Kemana pun Anda bepergian, baik direncanakan atau tidak, siapkan diri Anda dengan perlengkapan standar. Apa itu? selalu tersedia alat tulis, bloc-note, tape recorder  di dalam tas Anda. Paling tidak, selalu ada pena/pulpen, pensil dan buku catatan,  atau lembaran kertas di saku baju atau celana. Lebih baik, kalau selalu membawa notebook atau laptop. Nah, kalau kebetulan Anda sedang bepergian, amatilah apa yang menarik perhatian Anda dengan lebih seksama, berikan waktu untuk menangkap pernak-pernik dan detailnya. 

Monday, May 02, 2011

Mengapa untuk Bisa Menulis Perlu (banyak) Membaca?

Hubungan Menulis dengan Membaca

Banyak orang yang ingin bisa menulis dengan cepat tetapi merasa malas untuk membaca. Adakah kaitan antara menulis dengan membaca? Mengapa untuk bisa menulis (dengan baik) perlu (banyak) membaca? Bagaimana kalau saya hanya membaca apa yang memang penting dan perlu saja buat saya? Apa yang harus kita baca?

Tuhan memang menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Kita bisa berbicara karena kita diberi kemampuan mendengar. Apakah ketika bayi dulu, Anda pernah  belajar mendengar? Tidak, kita tidak pernah belajar bagaimana cara mendengar. Tahu-tahu kita bisa mendengar saja. Dan itu adalah anugrah (given) yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi Kehidupan!


Banyak membaca sedari 
kecil, membantu 
meningkatkan 
kecerdasan [sethskim.com] 
Di sekolah Dasar kita belajar membaca dengan mengenal huruf-huruf (abjad) dan angka. Lalu kita ‘belajar’ menulis dengan cara menirukannya! Mari sejenak kita balik penjelasannya, apakah mungkin kita bisa menulis tanpa (terlebih dulu)  bisa membaca? 

Apa yang akan kita tuliskan, jika kita tidak mempunyai perbendaharaan (kosa kata) apapun di dalam benak kita?  Maka dengan banyak membaca, tentu saja perbendaharaan kata-kata yang dimiliki pun semakin kaya. Dalam arti, semakin banyak dan bervariasi. Perbendaharaan kata inilah yang sangat membantudalam menciptakan atau memproduksi tulisan-tulisan yang menarik bagi pembaca.


Sunday, May 01, 2011

Bagaimana Mulai Menulis?

Bagaimana mulai menulis? Dan apa kaitan antara menulis dengan membaca? Apa yang menyebabkan kita sering lupa dari apa yang kita baca? Mengapa kita hanya ingin membaca apa yang kita sukai saja?  

Sobat, inilah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh mereka yang sedang belajar menulis. Kali ini, saya ingin menjawabnya dengan cara yang berbeda. 

Mulailah menulis ketika kita ingin menulis! Sebaliknya,  tidak usah menulis ketika Anda sedang lelah. Saya sering membaca di beberapa blog tentang tips menulis, disebutkan bahwa kita bisa menulis dalam keadaan apa saja. Mau tidur, sedang marah, sedang mengalami kelelahan, dan lain sebagainya. 

Namun, tentu saja kita juga harus realistis dengan satu hal, bahwa sesuatu keadaan (fisik dan kejiwaan) seseorang akan mempengaruhi tulisan yang dihasilkannya. Jika kita sedang lelah, sebaiknya tidak usah dipaksakan, karena menulis dalam keadaan lelah hanya akan menghasilkan tulisan yang melelahkan untuk dibaca.

Dokumentasi Surat - Surat Nabi Muhammad SAW Untuk Para Raja

Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri menyeru mereka kepada Islam. Berikut ini adalah kisah tiga orang raja yang berbeda reaksinya ketika menerima surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Perbedaan reaksi ini berakibat pada perbedaan nasib yang mereka alami.

1- Surat Nabi SAW untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)
Isi surat: Dari Muhammad utusan Allah untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia).

Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesusngguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.