Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts

Monday, February 29, 2016

Pedang Damocles, Kekuasaaan Bisa Membunuhmu!

Suatu ketika hiduplah seorang raja bernama Dionysius yang memerintah di Syracuse, kota terkaya di Sisilia. Ia tinggal di istana megah yang dipenuhi oleh benda-benda yang indah dan mahal, dan dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang siap melakukan apa pun perintahnya.

Karena kekayaan dan kekuasaannya, tak heran bila banyak orang di Syracuse yang iri pada
Raja Dionysius
kejayaannya. Salah satunya adalah Damocles, sahabat karib Dionysius, yang selalu berkata, "Wah, kau sungguh beruntung. Kau memiliki apa saja yang kau inginkan. Tentunya, kau adalah orang yang palng berbahagia di dunia ini."


Hingga suatu hari Dionysius merasa gerah dengan ucapan-ucapan Damocles dan berkata, "Kemarilah, sobatku, Damocles. Benarkah kau pikir aku ini manusia paling berbahagia dibanding orang lain?"

"Ya, tentu saja," jawab Damocles. "Lihatlah, betapa hebat kekayaan yang kau miliki dan kekuasaan yang ada dalam genggamanmu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa lagi di dunia ini. Adakah hidup yang lebih baik dari kehidupanmu?"

"Barangkali, kau bersedia untuk bertukar tempat denganku?" kata Dionysius.


Tuesday, April 09, 2013

Peninggalan Orang Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah (1)

Gamis Rasulullah

Gagang Pedang Rasullullah
Nabi besar, Baginda, Rasulullah, Muhammad shallalahu alaihiwassalam, (lebih lengkap, lihat: Lebih Dekat dengan Sosok Pemimpin Paling Berpengaruh Dalam Sejarah) yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap wajah dunia ini.

Cap Stempel Rasulullah
Ia bahkan memiliki kekuasaan yang sangat luas meliputi lebih dari separuh bumi ini, ternyata hanya memiliki warisan  atau peninggalan yang sangat sederhana.
Bendera Rasulullah

Bahkan sungguh memprihatinkan. Pemandangan yang berbanding terbalik dengan 'kekuasaannya' yang luar biasa besar.

busur panah
Selain ajaran mengenai akidah dan hukum-hukum Islam, moral, etika dan ahlak, yang mulia, yang hingga ini terus dijalankan oleh sebagian penduduk bumi bahkan dari tahun ke tahun semakin dikagumi, tetapi ternyata secara fisik Nabi Mudahammad tidak meninggalkan warisan atau peninggalan berupa istana-istana megah, baju emas, perhiasan gemerlap dengan tumpukan harta karun atau tonggak-tonggak megah, penuh gemerlap kemewahan. Semua hiasan dunia itu, tidak kita temukan dari peninggalan Nabi Muhammad..

Friday, January 04, 2013

Resolusi 2013: Memilih Pada Perubahan

Kemeriahan seantero jagad baru saja usai, ketika tiupan terompet, dentuman meriam, ledakan petasan dan  buncahan kembang api menghiasi langit di mana sejumlah manusia di berbagai sudut bumi berkumpul. Puncaknya, tepat di penghujung pergantian tahun mereka berangkulan, saling berpelukan, saling mencium, saling menyalami: menularkan harapan akan hidup yang lebih baik pada masa yang akan segera di masuki.  Sorak sorai kegembiraan dan harapan menyemburat ke angkasa. Selamat tinggal masa lalu. Selamat datang fajar baru.

Kembali ke rumah, kita membuang kalender Masehi 2012 dan menggantinya dengan yang baru: 2013. Dan kini, kita menemukan diri kita masih di dalam badan yang sama, masih dengan sikap dan perilaku yang sama. Tidak ada yang benar-benar berubah. Nah, apa yang sebenarnya terjadi, apa arti semua kemeriahan ini? Begitulah jika kita hanya mampu melihat apa yang bisa terlihat, tetapi tidak merasakan apa yang terlihat.

Kemana perginya resolusi yang banyak diteriakkan orang-orang itu?  Mengapa tidak sanggup mengubah keinginan mewujud ke dalam rencana tindak yang dibungkus dengan spirit dan harapan! Kita kembali menjadi zombie-zombie. Kembali kepada rutinitas. Kembali kepada wadag yang lama dengan pola pikir yang sama. Jika benar itu yang terjadi, maka sebenarnya kita sedang menuju kepada kemusnahan! Atau tetap hidup sebagai mayat yang berjalan. Tidak ada perubahan, karena kita tetap tenggelam diantara kerumunan milyaran manusia yang berebut mencari penghidupannya masing-masing.

Friday, January 06, 2012

Apa Yang Kamu Pinta?

Andai Anda memiliki satu kesempatan berdoa. Hanya satu permohonan yang benar-benar akan dikabulkan. Hanya satu permintaan yang akan didengar. Hanya satu hal yang akan terjadi dengan satu doa yang Anda panjatkan.
Kira-kira apakah yang akan Anda pinta… ?  Cita-cita yang belum tercapai…? Angan-angan yang masih menjadi impian…? Tentunya, setiap orang berbeda-beda.
Ada yang menginginkan rumah mewah lengkap dengan segala isinya. Istri atau suami yang menawan, bagi yang belum memiliki pasangan. Mobil termahal yang pernah ada di muka bumi ini. Usaha yang menjanjikan. Dan lain sebagainya, semua sesuai dengan kondisi  masing-masing.
Namun, kalau direnungkan ternyata permohonan hamba itu sepadan dengan kualitas ilmu dan wawasan yang dimilikinya. Mungkin permohonan seorang tukang sampah tidaklah sama dengan doa seorang bupati. Doa tukang becak mungkin tidak setinggi permintaan seorang boss di sebuah perusahaan. Doa anak kecil tidaklah sama dengan doa orang dewasa.
Simaklah kisah seorang pria di masa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam yang mendapatkan sebuah kesempatan emas untuk memohon, apakah yang dia mohon?

Sunday, January 01, 2012

I'll Follow The Sun

Welcome New Days!

(putragaluh.web.id)
Hari ini, hari pertama di tahun baru:  2012. Saya bangun siang sekali karena terlambat tidur tadi malam. Hingga lewat shalat subuh. Apa yang terjadi tadi malam?

Sungguh menyenangkan. Sebagaimana dilakukan jutaan bahkan mungkin milyaran manusia di berbagai belahan dunia ini, ketika melepas kenangan 2011 dan menyambut 2012. Namun kami, melewati detik-detik pergantian tahun dengan cara yang unik, sederhana, dan benar-benar menikmatinya.

Tuesday, August 02, 2011

Nabi Khidir antara Hidup dan Mati

Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya. 

Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut.

Semua ini berpangkal dari kesalahpahaman mereka tentang hakekat Nabi Khidir. Terlebih lagi orang-orang ekstrim dari kalangan pengikut tarekat dan tasawwuf yang membumbui berbagai macam dongeng dan cerita bohong tentang Khidir. 

Sebagian di antara mereka, ada yang mengaku telah bertemu dengan Khidir, berbicara dengannya dan mendapat wasiat dan ilham darinya. Misalnya di tanah air kita ini, ada sebagian orang yang mengaku telah bertemu dengan Khidir dan mengambil bacaan-bacaan shalawat, wirid-wirid dan dzikir dari Khidir secara langsung, tanpa perantara, atau melalui mimpi. Bahkan ada pula yang mengaku dialah Nabi Khidir -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. 
Semua ini adalah keyakinan batil!!

Monday, August 01, 2011

Khidir, Sosok Nabi Yang Misterius

Al-Khiḍr (Arab:الخضر, Khaḍr, Khaḍer, al-Khaḍir) adalah seorang nabi misterius yang dituturkan oleh Allah dalam Al-Qur'an dalam SurahAl-Kahfi ayat 65-82. Selain kisah tentang nabi Khidir yang mengajarkan tentang ilmu dan kebijaksanaan kepada Nabi Musa asal usul dan kisah lainnya tentang Nabi Khidir tidak banyak disebutkan.

Dalam bukunya yang berjudul “Mystical Dimensions of Islam”, oleh penulis Annemarie Schimmel, Khidr dianggap sebagai salah satu nabi dari empat nabi dalam kisah Islam dikenal sebagai ‘Sosok yang tetap Hidup’ atau ‘Abadi’. Tiga lainnya adalah Idris (Henokh), Ilyas (Elia), dand Isa (Yesus).[1] Khidr abadi karena ia dianggap telah meminum air kehidupan. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa Khidr adalah masih sama dengan seseorang yang bernama Elia.[2] Ia juga diidentifikasikan sebagai St. George.[3] Di antara pendapat awal para cendikiawan Barat, Rodwell menyatakan bahwa “Karakter Khidr dibentuk dari Yitro.”[4]

Dalam kisah literatur Islam, satu orang bisa bermacam-macam sebutan nama dan julukan yang telah disandang oleh Khidr. Beberapa orang mengatakan Khidr adalah gelarnya; yang lainnya menganggapnya sebagai nama julukan.[5] Khidr telah disamakan dengan St. George, dikenal sebagai “Elia versi Muslim” dan juga dihubungkan dengan Pengembara abadi.[6] Para cendikiawan telah menganggapnya dan mengkarakterkan sosoknya sebagai orang suci, nabi, pembimbing nabi yang misterius dan lain lain.

Sunday, May 01, 2011

Dokumentasi Surat - Surat Nabi Muhammad SAW Untuk Para Raja

Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri menyeru mereka kepada Islam. Berikut ini adalah kisah tiga orang raja yang berbeda reaksinya ketika menerima surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Perbedaan reaksi ini berakibat pada perbedaan nasib yang mereka alami.

1- Surat Nabi SAW untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)
Isi surat: Dari Muhammad utusan Allah untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia).

Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesusngguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk. 

Sunday, March 06, 2011

Untuk Seorang Sahabat...!

Pagi ini saya termenung...!
Sebuah pengharapan yang cukup lama tersimpan di dalam ingatan...
terus terngiang di dalam setiap keadaan.
Ya, hasrat untuk memupus kerinduan kepada seorang sahabat, yang telah sekian lama tak terdengar kabarnya.

Tiga puluh tahun, ya benar tiga puluh tahun sudah berlalu.
Tiba-tiba saja terdengar kabar via bbm group dari seorang teman, kalau sahabat yang kurindukan untuk berjumpa itu, ternyata telah tiada.
Memang, ini bukan kali pertama kudengar kabar itu.
Meski sayup-sayup, pernah terdengar kalau dia memang telah pergi..pergi jauh untuk tidak akan pernah kembali.

Tetapi, sungguh aku tak perdulikan kabar sayup-sayup.
Ya, namanya saja sayup-sayup...tentu kuabaikan.
Sampai tadi malam..kudengar kabar yang sama, tetapi kali ini datang dari sumber yang dapat kupercaya.

Selamat jalan sahabat.
begitu banyak perbuatan baikmu padaku,
begitu banyak jejak yang kau tinggalkan dalam ingatanku,

Benar  kata seseorang: begitu banyak hal indah yang tidak terlihat, juga tidak bisa disentuh. Ia hanya berada dan tertinggal di dalam hati kita. 
Tak cukup tulisan ini mengungkapkan rasa kehilanganku....
Semoga segala kebaikanmu terbalaskan berlipat ganda di alam sana.
Selamat jalan : Sonny Sufyantsauri Hidayat. 
Pagi ini saya berdoa untukmu!

Tuesday, February 15, 2011

Air Mata Rasulullah

Ilustrasi (doc Tagar.co)
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam. '

Bolehkah saya masuk?' tanyanya. 

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. 'Maafkanlah, ayahku sedang demam,' kata Fatimah seraya membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu, wahai anakku?'

'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. 


Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.


'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.'
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.


Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.

'Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'

'Jangan  khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam, dan Jibril memalingkan muka.

'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu, Jibril?'
Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.

'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. 'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.

'Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya. 


'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku' (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu).

Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

Ummatii, ummatii, ummatiii?  'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinar kepada seluruh umat manusia itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


(dari blog tetangga)

Saturday, June 20, 2009

Rahasia Khusyu Dalam Shalat

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, khusyuk solatnya. Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk. Karena itu, ia selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.

Suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam. kemudian berlangsunglah dialog seperti berikut:
Isam  : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"
Hatim: "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin."

Isam :  "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"
Hatim: "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. 

Monday, May 18, 2009

Utusan Kematian



Kisah Persahabatan Nabi Yakub dengan Malaikat Pencabut Nyawa


Dalam suatu hikayat, diceritakan tentang persahabatan nabi Yakub dengan seorang Malaikat yang ditugaskan Tuhan untuk mencabut nyawa manusia. Kedua mahluk Tuhan ini dikenal bersahabat. Mereka konon, seringkali tampak bercakap-cakap.

Suatu hari datanglah berkunjung Sang Malaikat ke rumah Yakub, yang segera menyambutnya dengan sukacita.

Namun di dalam hati Yakub, ada ganjalan pertanyaan, yang ia coba utarakan kepada sahabatnya itu.

‘’Apakah kedatangan mu ini untuk mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung?’’ tanya Yakub.
‘’Sekedar berkunjung,’’ ujarnya.

Seperti biasa, pembicaraan selanjutnya adalah laksana percakapan dua orang sahabat. Dan sang malaikat pun pamit untuk pulang.

Beberapa waktu kemudian, ia kembali berkunjung ke rumah sahabatnya itu, yang disambut Yakub dengan pertanyaan awal seperti biasa.‘’Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku atau…?’’
‘’Sekedar berkunjung,’’ ujarnya.

Maka dengan rasa lega Yakub segera membalas: ‘’Baiklah, sahabatku. Apakah engkau sudi memberi tahuku terlebih dulu, jika suatu saat Tuhan meminta engkau mencabut nyawaku?’’ Yakub berharap.

‘’Ya, aku tidak keberatan. Pada saatnya nanti, akan datang dua atau tiga utusan untuk memberitahumu,’’ujarnya. Tidak berapa lama, ia pun pamit.

jalan hidup terkadang berkabut
Hari demi hari, berlalu. Bulan demi bulan, tahun berganti tahun. Entah sudah berapa puluh tahun sejak mereka berjumpa yang terakhir kalinya. Maka pada suatu hari datanglah kembali Sang Malaikat mengetuk pintu rumah Yakub.

Seperti biasa, Yakub mengajukan pertanyaan awal:
‘’Apakah kedatangan mu untuk mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung?’’
‘’Mencabut nyawa mu,’’ balas malaikat dengan tenang.

Yakub terperangah. ‘’Bukankah engkau mengatakan akan mengirimkan dua atau tiga utusan sebelum mencabut nyawaku?’’

‘’Engkau benar. Dan sudah datang kepadamu tiga utusan.’’

‘’Oh, begitu. Siapakah dia….???’’

‘’Pertama, rambutmu yang dulu hitam sekarang sudah memutih (uban).
Kedua, dadamu yang dulu tegap sekarang sudah bungkuk.
Dan ketiga, badan mu yang dulu sehat kuat, sekarang lemah tak berdaya,’’ kata nya.

Ah, Yakub terkesima. Rupanya itulah yang dimaksud Malaikat dengan tiga utusan yang datang kepadanya.
Maka, ia pun segera mempersiapkan dirinya menghadap yang Maha Kuasa dengan tenang, wajahnya tersenyum memancarkan kedamaian.

*****

Sahibul Hikayat


Sahibul Hikayat Tentang Ikhlas

SALAH satu kunci menjadi insan yang bertaqwa yakni melakukan segala sesuatu dengan ikhlas lillahita’ala, semata karena Allah. Beribadah hanya dan hanya karena Allah, supaya keridhaan NYA datang menghampiri Anda.

Kisah berikut ini memang tidak jelas sumbernya, tetapi pernah saya dengar ketika saya berkumpul dengan para alim ulama. Intinya, menunjukkkan bahwa pertolongan dan kemurahan Allah akan datang kepada siapa saja, yang melakukan segala amal perbuatannnya dengan ikhlas alias tanpa pamrih.


Terperangkap di Dalam Gua

Pada suatu ketika di sebuah tempat antah berantah, tersebutlah tiga orang musafir, yang sedang mengembara. Ketika mereka tengah beristirahat di sebuah lembah, mereka terkejut bukan kepalang … karena tiba-tiba  bukit terjal yang berada persis di depan mereka, mulai menunjukkan gejala aneh dan tanda-tanda bahaya akan longsor! Tidak berapa lama, ribuan bahkan jutaan meter kubik ton tanah berikut bebatuan dan pepohonan yang berada diatasnya merangsek jatuh dan menghunjam bumi! Gedebaaaamm...!

Terkejut bukan kepalang. Ketiga musafir itu, dengan kepanikan luar biasa berusaha menyelamatkan diri masing-masing…dan berhasil memasuki sebuah gua.

Tetapi, sebuah batu besar yang jatuh dari atas sebuah tebing yang longsor itu, tiba-tiba meluncur dan menimpa tempat mereka berlindung hingga persis menutup rapat mulut gua. Merekapun terperangkap di dalamnya dalam kegelapan.

Serta merta ketiga musafir itu berupaya mendorong batu yang menutup gua itu. Tetapi sedikit pun tidak bergeming. Mereka terus berupaya sekuat tenaga mendorong batu itu, tetapi sia-sia. Batu itu jauh lebih besar dari tenaga yang mereka miliki digabungkan.

Akhirnya, setelah seharian penuh mereka berupaya dan kehabisan tenaga, mulai lah mereka putus asa. Lalu apa lagi yang bisa menolong keluar dari gua itu? Akankah mereka mati kelaparan di kegelapan sebuah gua?

Perlunya Pertolongan Tuhan

Setelah seharian berusaha dan tak membuahkan hasil. Kini, sampailah mereka pada kesadaran untuk meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka masing-masing mulai memanjatkan doa, dengan mengatakan perbuatan ikhlas apa yang telah mereka lakukan semata karena Allah….!

Orang pertama mengatakan, ya Allah, aku mempunyai dua orang lanjut usia yang sudah tua renta tak berdaya. Mereka tinggal bersamaku di rumah. Aku merawat mereka dengan sebaik-baiknya. Apa saja makanan yang kami punyai didahulukan untuk mereka ketimbang anak-anak dan istriku. Suatu hari kami memerah susu, dan hanya dapat untuk dua cangkir gelas. Aku melarang anak-anak dan istriku mendahului meminumnya sebelum kedua orang tuaku. Meskipun mereka sangat menginginkannya. Menjelang subuh, kedua orang tua itu bangun, dan meminum susu segar yang kami sediakan. Ya Allah, seandainya perbuatanku sebagai bakti kepada orangtua itu kulakukan dengan ikhlas, mohon tolonglah kami, tunjukkan kekuasaanMu atas jiwa kami, ya.. Allah.

Tidak berapa lama, tiba-tiba terjadi sesuatu yang menakjubkan. Benar saja. Mulut gua begeser perlahan, sedikit demi sedikit pintu gua terkuak, tetapi lama kemudian berhenti, tidak bergeser lagi. Hingga akhirnya batu besar itu benar-benar tidak bergeser lagi. Meski cahaya bisa memasuki celah itu, tetapi bukaan gua belum cukup untuk menyisipkan badan. Mereka tetap belum bisa keluar.

Giliran orang kedua berdoa. Ya, Allah. Aku mencintai seorang gadis muda anak pamanku. Tetapi ia menolak cintaku. Suatu hari ia datang kepadaku untuk meminjam sejumlah uang. Aku penuhi permintaan itu dengan syarat ia menyerahkan tubuhnya. Dan ia pun setuju. Namun begitu kami bertelanjang bulat, ketika aku hendak melobangi cincin permatanya, ia menolak dan menyentak badanku. Ia mengatakan bahwa aku tidak berhak, karena aku bukan dan belum menjadi suaminya. Aku bisa saja memaksakan kehendakku, tapi itu tidak kulakukan. Aku mencoba menahan diri. Beberapa saat kemudian aku tersadar. Dan birahiku yang menggelegak, perlahan menyusut. Aku beranjak pergi. Dan meninggalkan uang permintaan dia sebagai amal sodaqoh. Itu kulakukan karena aku takut kepada Mu ya Allah.

Sejurus kemudian, batu itu pun berser sedikit. Sedikit sekali, hampir tak ada perubahan. Dan lobang di mulut gua belum bisa untuk menyisipkan badan.

Giliran orang ketiga memanjatkan doanya. Aku ini ya allah, pernah dipercaya memegang keuangan sebuah kongsi usaha. Ada seorang pegawai yang bertugas di luar kantor yang selama berbulan-bulan hingga beberapa tahun tidak pernah datang mengambil gajinya. Maka uang itu, aku pakai untuk usaha lain. aku belikan beberapa ekor kambing, dan kini setelah aku pensiun kambing-kambing itu sudah beranak pinak. Tanpa disangka suatu hari orang itu datang kepadaku dan meminta haknya dikembalikan. Dan ia kemudian mengambil semua kambing-kambing itu tanpa menyisakan satu pun buatku. Aku biarkan perlakuannya kepadaku. Aku ridho karena memang itu bukan milikku. Demikianlah ya Allah, kebaikan yang pernah kulakukan seumur hidupku dengan ikhlas.

Maka tak berapa lama, batu besar itu pun kemudian bergeser lagi, hingga cukup besar untuk mengeluarkan badan mereka satu persatu. Akhirnya, mereka pun selamat dari maut! Manakah dari ketiga perbuatan ikhlas itu yang diterima Tuhan? Apakah  yang pertama, yang kedua, atau yang ketiga, atau ketiga-tiganya atau tidak ada satupun? Wallahualam bisawab. Ini hanya dongeng para musafir.

Siapa yang dimaksud dengan 'musafir' itu? Mereka adalah manusia biasa tetapi berniat menghambakan dirinya semata untuk mencari keridhoan Allah. Mereka adalah orang-orang yang berusaha memenangkan pertempuran yang ada di dalam dirinya. Pertempuran tiada henti untuk: melawan untuk kemudian menundukkan dan mengendalikan hawa nafsunya sendiri. Keadaan demikian, sudah cukup membuat mereka sibuk,  sehingga mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk memikirkan keadaan dirinya. Bahkan keluarganya, sebab yang ada di dalam benaknya hanyalah keinginan untuk mendahulukan dan/atau mengutamakan perintah Allah yang menjadi satu-satunya alasan keberadaan mereka di muka bumi ini.