Lima tahun silam, banyak lorong kumuh di
tengah kota Makassar, yang dikenal sebagai ‘Lorong Preman’ karena tidak sedikit
warganya yang gemar mabuk, begal, dan memalak mereka yang datang. Kini lorong-lorong itu, sudah berubah menjadi Ramah Anak, nyaman, asri dan unik.
 |
Kini anak-anak bisa bercengkerama
dengan tenteram |
Lorong-lorong yang dulu meresahkan karena disana berseliweran busur, parang dan badik, hingga kerap terjadi
‘perang’ antar pemuda di lorong tetangganya, selama bertahun-tahun, telah meresahkan warga di sana. Maccini Parang, misalnya, dulu
dikenal sebagai kawasan yang rawan kejahatan. Begitu pula dengan kawasan Jalan
Ablam (Abubakar Lambogo).
 |
| Salah satu bentuk kreasi warga. |
Banyak cerita dari Lorong Ablam, yang hingga sekarang berasosiasi dengan begal dan kriminalitas. Namun
berkat penetrasi Pemerintah Daerah disertai kesadaran warganya, kini lorong-lorong
preman itu, sudah berubah menjadi asri, unik dan ramah anak. Warga pun merasa
aman dan nyaman.
Selain lorong berhias, juga sejuk dengan
aneka pot tanaman Obat. "Setiap pagi, saya petik daunnya untuk
diminum," ujar Ny. Rugayah, 71 tahun, yang merasa tetap sehat dengan
meminum obat herbal di sana.