Saturday, April 20, 2013

Keprihatinan Dari Kunjungan Sang Mantan Presiden Ke Garuda Indonesia


N250, pesawat kebanggaan
Kisah ini ditulis oleh Capt. Novianto Herupratomo, yang di upload di jejaring sosial facebook (akun http://www.facebook.com/cosmofm). Saya tertarik membacanya karena teramat jarang, seorang mantan Presiden mengungkapkan isi hatinya di depan publik ---meskipun dalam jumlah terbatas-- secara terus terang apa adanya. 

BJ. Habibie
Tampak sebuah keprihatinan mendalam seorang Mantan Presiden tentang bagaimana sebuah cita-cita berupa imaji visioner yang memandang jauh ke depan dari seorang pemimpin bangsa, kemudian perlahan-lahan hilang dan terkubur secara prematur karena kebijakan politik, yang kemudian  melupakan segala hal baik dari pendahulunya. 

Cita-cita mulia tentang Indonesia sebagai negeri yang mandiri dengan penguasaan teknologi kedirgantaraa dan penguasaan industri maritim di negeri kepulauan Nusantara, ternyata harus pupus...dan kembali menjadi sebuah bangsa yang terpuruk penuh  ketergantungan, tidak saja di kedua bidang tersebut (maritim dan dirgantara), tetapi bahkan kini hampir di segala sektor, termasuk pangan dan pertanian. 

Wednesday, April 10, 2013

Peninggalan Muhammad, Sang Rasul (6)

Makam Sayyidah Khadijah (besar)
dan  Qasim, Putranya (kecil)
 
Makam Sayyidina ALI BIN ZAINAL ABIDIN,
Putra Sayyidin HUSSAIN BIN ALI BIN ABU THALIB
Makam SITI AMINAH, Ibunda RASULULLAH


Peninggalan Sang Rasul (5)

Makam Imam Busyiri
Reruntuhan Pintu Masuk Rasulullah
di rumah Sayyidah Khadijah 
Sandal Rasululla

Sandal Rasulullah
Sandal-Sandal Rasulullah
Rumah Rasulullah dan Sayyidah Khadijah,
ditinggali selama 28 Tahun


Peninggalan Muhammad, Sang Rasul (4)


Pedang

Pedang-Pedang Rasulullah
Nama-nama Pedang Rasul

Peninggalan Muhammad, Sang Rasul (3)

Kotak Milik Putri Tercinta
Sayyidah Fatimah Az Zahra
Jejak kaki
Jejak Telapak Kaki



Tempat Jubah

Peninggalan Muhammad, Sang Rasul (2)

Interior tempat Menyimpan
Peninggalan Rasulullah
Bukit Tsur, tempat Rasulullah bersama
Sayyidina Abu Bakar
Gua tempat Rasulullah bersama
Sayyidina Abubakar bersembunyi




Tuesday, April 09, 2013

Peninggalan Orang Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah (1)

Gamis Rasulullah

Gagang Pedang Rasullullah
Nabi besar, Baginda, Rasulullah, Muhammad shallalahu alaihiwassalam, (lebih lengkap, lihat: Lebih Dekat dengan Sosok Pemimpin Paling Berpengaruh Dalam Sejarah) yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap wajah dunia ini.

Cap Stempel Rasulullah
Ia bahkan memiliki kekuasaan yang sangat luas meliputi lebih dari separuh bumi ini, ternyata hanya memiliki warisan  atau peninggalan yang sangat sederhana.
Bendera Rasulullah

Bahkan sungguh memprihatinkan. Pemandangan yang berbanding terbalik dengan 'kekuasaannya' yang luar biasa besar.

busur panah
Selain ajaran mengenai akidah dan hukum-hukum Islam, moral, etika dan ahlak, yang mulia, yang hingga ini terus dijalankan oleh sebagian penduduk bumi bahkan dari tahun ke tahun semakin dikagumi, tetapi ternyata secara fisik Nabi Mudahammad tidak meninggalkan warisan atau peninggalan berupa istana-istana megah, baju emas, perhiasan gemerlap dengan tumpukan harta karun atau tonggak-tonggak megah, penuh gemerlap kemewahan. Semua hiasan dunia itu, tidak kita temukan dari peninggalan Nabi Muhammad..

Tuesday, February 26, 2013

Gurita Korupsi Demokrat: Pertanda Awal Kejatuhan Partai Berkuasa di Indonesia

Pembaca yang terhormat. Saya harus memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena hampir dua bulan sejak saya menulis pesan akhir tahun (selamat datang 2013), hingga kini belum meng-update blog ini. Padahal, dalam selang dua bulan ini, begitu banyak peristiwa menarik yang terjadi di sekitar kita, tetapi saya tidak menuliskannya.

Mulai dari banjir besar yang menenggelamkan Jakarta sebagai Ibukota Indonesia, hanya berselang beberapa bulan setelah Fauzi Bowo (incumbent Gubernur) dikalahkan dalam Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta oleh Jokowi, mantan Walikota Solo, yang fenomenal itu.

Munculnya Jokowi-Ahok (lihat: Akhirnya Wong Solo itu, Memimpin Jakarta)  hampir bertepatan dengan  terjadinya banjir besar lima tahunan yang menyebabkan Jakarta mengalami banjir besar, bahkan istana negara juga tergenang air. Analisis dari peristiwa banjir Jakarta, akan saya tulis tersendiri, dengan fokus: Saat Yang Tepat Menata kembali Ibukota (Mengurai Benang Kusut Kemacetan Lalu Lintas Jakarta Dengan WaterWays).


Peristiwa menarik lainnya, terjadi di arena politik nasional. Mengapa tentang politik? Saya memang tidak tertarik menulis politik, pertama karena bukan bidang yang saya kuasai. Maka tulisan saya mengenai hal ini pasti akan sangat dangkal.

Tetapi, ada alasan saya yang kuat  seakan mendesak pikiran saya untuk menulisnya, bahwa: saya dapat menggambarkan bagaimana perasaan umum orang-orang awam yang menjadi 'korban' dari permainan politik. Sehingga saya harus mengakui kebenaran pendapat yang mengatakan: jika Anda tidak perduli dengan politik, maka bersiap-siaplah Anda menjadi korban (permainan) politik. Dengan kata lain, jika Anda membiarkan orang-orang yang tidak bermutu berkiprah di arena politik, maka siapkan diri Anda untuk dipimpin oleh orang-orang yang lebih jelek dari Anda!

Friday, January 04, 2013

Resolusi 2013: Memilih Pada Perubahan

Kemeriahan seantero jagad baru saja usai, ketika tiupan terompet, dentuman meriam, ledakan petasan dan  buncahan kembang api menghiasi langit di mana sejumlah manusia di berbagai sudut bumi berkumpul. Puncaknya, tepat di penghujung pergantian tahun mereka berangkulan, saling berpelukan, saling mencium, saling menyalami: menularkan harapan akan hidup yang lebih baik pada masa yang akan segera di masuki.  Sorak sorai kegembiraan dan harapan menyemburat ke angkasa. Selamat tinggal masa lalu. Selamat datang fajar baru.

Kembali ke rumah, kita membuang kalender Masehi 2012 dan menggantinya dengan yang baru: 2013. Dan kini, kita menemukan diri kita masih di dalam badan yang sama, masih dengan sikap dan perilaku yang sama. Tidak ada yang benar-benar berubah. Nah, apa yang sebenarnya terjadi, apa arti semua kemeriahan ini? Begitulah jika kita hanya mampu melihat apa yang bisa terlihat, tetapi tidak merasakan apa yang terlihat.

Kemana perginya resolusi yang banyak diteriakkan orang-orang itu?  Mengapa tidak sanggup mengubah keinginan mewujud ke dalam rencana tindak yang dibungkus dengan spirit dan harapan! Kita kembali menjadi zombie-zombie. Kembali kepada rutinitas. Kembali kepada wadag yang lama dengan pola pikir yang sama. Jika benar itu yang terjadi, maka sebenarnya kita sedang menuju kepada kemusnahan! Atau tetap hidup sebagai mayat yang berjalan. Tidak ada perubahan, karena kita tetap tenggelam diantara kerumunan milyaran manusia yang berebut mencari penghidupannya masing-masing.

Thursday, November 22, 2012

ISRAEL ANTARA SHAKESPEARE DAN CHEKOV*

Oleh: Akhmad Sahal

Konflik antara Israel dan Palestina, kata sastrawan Israel Amos Oz, adalah tragedi setragis-tragisnya. Karena yang menyulut konflik tersebut adalah benturan dua klaim yang sama-sama tidak mau mengalah. Lantas bagaimana mungkin tragedi semacam ini bisa disudahi? Amos Oz menyebutkan dua pilihan cara penyelesaian: model Shakespeare atau model Chekov.

Akhmad Sahal
[courtesy:Tempo.Co]

Pada model Shakespeare, konflik berakhir ketika semua pihak yang terlibat saling menghabisi satu sama lain, sehingga pada akhir cerita semua mati terbunuh. Lihatlah misalnya babak akhir lakon Hamlet. Duel antara Hamlet dan Laertes tidak hanya berujung pada kematian keduanya, melainkan juga menyeret ibunda Hamlet, Gertrude, dan raja Claudius ke liang lahat.

Sebaliknya, pada model Chekov, konflik diselesaikan melalui resolusi yang sama sekali jauh dari memuaskan siapapun, mengecewakan, dan bahkan mungkin menyisakan luka. Namun, masing-masing pihak tetap hidup.

Oz sendiri menaruh harapan agar negaranya memilih model Chekov dan bukan Shakespeare dalam menangani perseturuannya dengan Palestina. Artinya, jalan perundingan, bukan jalan militer. Sebab menurutnya, sejelek-jeleknya kompromi tetap lebih baik daripada perang habis-habisan a la duel Hamlet.

Harapan yang masuk akal, mengingat Amos Oz adalah pendiri gerakan Shalom Achshav (Damai Sekarang Juga) yang gencar menentang kebijakan pemerintahnya menyangkut West Bank dan Gaza. Namun harapan novelis Israel itu tampaknya hanya menjadi suara sayup yang melemah, ketika politik Israel semakin diwarnai oleh menguatnya kelompok sayap kanan, yang dibarengi dengan merosotnya kekuatan gerakan kiri.


Friday, September 21, 2012

Wong Solo Itu, Akhirnya Memimpin Jakarta!

Mengenal Figur Jokowi - Ahok, Gubernur dan Wagub Jakarta 2012-2017 


Joko Widodo, walikota Solo itu, akhirnya memenangkan Pemilu Kepala Daerah paling bergengsi di Indonesia. Setelah melalui pertarungan sengit pada putaran ke-2 yang digelar  di Jakarta,  Kamis, 20 September 2012, pasangan Jokowi (panggilan akrab Joko Widodo) dan Ahok (panggilan akrab Basuki Tjahaja Purnama) akhirnya menang tipis atas pesaing kuatnya, incumbent Foke (Fauzi Bowo) dan Nara (Nachrowi Ramli). 

Meski angka resmi hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) baru akan diumumkan pada 3 Oktober 2012 mendatang, namun sejumlah lembaga survey yang melakukan penghitungan cepat (quick count) di Jakarta, telah melansir angka-angka perkiraan yang tidak berbeda jauh, yakni pada kisaran perolehan angka sebesar 52-53 % untuk kemenangan Jokowi-Ahok, sisanya 47-48% bagi pasangan Foke-Nara. Sumber lain: Cyrus Network, konsultan politik pemenangan Jokowi-Basuki, merilis hasil real count versi mereka. Jokowi-Ahok mendapat 54,72 persen dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapat 45,08 persen.

Kami Siap Bekerja Keras
Membenahi Jakarta 

[okezone.com]
Perhitungan versi quick count hanya memberikan toleransi meleset sebesar 0,02 persen. Maka, tak ayal lagi,  Markas Jokowi-Ahok, di Jl. Borobudur, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, siang itu (Kamis, 20 September 2012) tumpah ruah dengan pendukung calon gubernur DKI Jakarta yang baru. Mereka memakai pakaian khas garis merah-hitam, kotak-kotak, yang menjadi trademark bagi Jokowi-Ahok. 

Apa sebenarnya kunci keunggulan Jokowi-Basuki ini? Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, mengatakan bahwa ada tiga kunci keunggulan Joko Widodo dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua. Tiga faktor itu adalah kepribadian, kinerja, dan sportivitas.

Thursday, September 20, 2012

Peningkatan Kasus HIV/AIDS di Bali, Perlu Langkah Kongkret Pencegahan


Pulau Bali yang dijuluki Pulau Dewata merupakan primadona daerah tujuan wisata terpopuler di Indonesia, konon nama Bali lebih dikenal daripada Indonesia. Jumlah pengunjung (baik wisatawan lokal maupun mancanegara) dari tahun ke tahun terus meningkat. Seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan, meningkat pula insiden HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus) / AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).yang terdeteksi di sana.   Sangat disayangkan, upaya-upaya kongkret untuk mencegah penyebarluasan HIV/AIDS, belum ditangani secara serius. 

Data statistik Pariwisata menunjukkan, Pulau Bali dikunjungi lebih dari 6.924 juta wisatawan, meningkat sebanyak 1.172.978 orang (20,39 persen). Dari jumlah sekitar 7 juta wisatawan (lokal dan mancanegara, pada 2010) yang mengunjungi Bali. Dari jumlah itu, sekitar 60 persen adalah wisatawan asing. Bagaimana gambaran mengenai penyebaran HIV/AIDS di pulau Dewata ini? Berikut ini tulisan Syaiful W. Harahap untuk IndonesiaWaters.com sebagaimana juga terungkap dalam AidsIndonesia.com. 

Tuesday, September 04, 2012

Benarkah Pasca Tsunami di Aceh: HIV/AIDS Mulai Merebak?

Merebaknya insiden kasus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus) / AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Darussalam, yang secara formal menjalankan syariat Islam, kini menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Benarkah ini terjadi pasca tsunami Desember 2004 silam, akibat dari terbukanya interaksi dengan masyarakat dari luar Aceh? 

mereka tidak menyadari
[youtube]
Sekadar menyegarkan ingatan kita. Pada 26 Desember 2004, Banda Aceh dan Nias, Sumatera Utara, mengalami gempa bumi berkekuatan 8,5 skala Richter, yang disusul dengan munculnya gelombang dahsyat tsunami, meluluhlantakan dan menghancurkan kota Banda Aceh, dengan menelan korban diperkirakan sebanyak 300 ribu jiwa tewas. 

Bencana terbesar sepanjang 40 tahun terakhir dalam sejarah ini, kemudian mengundang simpati dari berbagai kalangan masyarakat internasional. Berbagai perwakilan pemerintah asing termasuk lembaga-lembaga/organisasi kemanusiaan kemudian berdatangan ke sana.   Mereka membaur, berinteraksi dan bahu membahu di dalam kegiatan darurat hingga proyek rehabilitasi dan resosialisasi, termasuk pembangunan kembali berbagai fasilitas dan infrastruktur vital di sana. Bencana alam itu, memang telah berlalu, hampir 8 tahun silam. Aceh kini telah kembali normal. Tetapi, belakangan muncul berita menarik, yakni mulai terdeteksi dan merebaknya kasus HIV/AIDS di sana.


Fenomena gunung es
HIV/AIDS
Apa itu HIV/AIDS? Mereka yang terdeteksi HIV/AIDS di dalam dirinya mengalami keadaan penurunan sistem kekebalan tubuh. Ini disebabkan oleh sejenis virus yang membunuh bagian terpenting dari sel darah putih di dalam tubuh (disebut dengan sel CD-4).  

Penurunan sistem kekebalan tubuh, membuat penderitanya menjadi rentan  terhadap serangan berbagai penyakit karena sel darah putih yang seharusnya membantu melawan infeksi dan bibit penyakit yang menyerang masuk ke dalam tubuh, sudah tidak berdaya akibat masuknya virus HIV.

Fenomena global ini mulai mengkhawatirkan sejumlah kalangan, karena justru terjadi di Aceh, wilayah yang dikenal sebagai benteng moral terkuat di Indonesia. Berikut ini tulisan yang merunut perjalanan masuknya insiden HIV/AID di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang kami turunkan atas kerjasama http://www.Indonesiawaters.com dengan http://www.aidsindonesia.com. 

“ …. tingginya perkiraan tingkat penderita HIV/AIDS di Aceh disebabkan semakin terbukanya daerah tersebut terhadap masyarakat luar yang datang dengan misi kemanusiaan merehabilitasi Aceh pasca tsunami Desember 2004 lalu.” Ini pernyataan Direktur UNAIDS perwakilan Indonesia, Jane Wilson, di Banda Aceh (3/12-2006) yang diberitakan oleh  Harian “Serambi Indonesia”, Banda Aceh (4/12-2006).

Monday, September 03, 2012

Realitas Media Yang Menipu

Kesan Seminggu Menonton TV
Kita adalah pemegang kendali atas apa yang ingin dilihat. Anda berhak mendapatkan tayangan yang patut, program yang layak untuk ditonton dan didengar. Jangan biarkan pikiran, badan dan jiwa Anda sepenuhnya 'didikte' oleh selera media.  Terbius oleh tayangan televisi, bacaan koran-koran kuning, yang (sebagian besar) hanya mengeksploitir instink rendah manusia. 

Jadilah pemirsa yang cerdas dalam menonton televisi dan kritis membaca suratkabar.  Sebab liputan media massa, ibarat sepotong cermin yang dipungut dari ribuan pecahan yang masih berserakan dari sebuah mosaik besar yang disebut realitas!    

kerumunan pers ketika meliput
suatu peristiwa [portaltiga.com]
Dalam sepekan terakhir ini, media massa nasional yang (mayoritas) terbit dan bermarkas di Jakarta, seakan mendapatkan 'berita besar'. Para pembaca koran, pemirsa televisi dan pendengar radio-radio, yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, menjadi tahu (well informed)

Bahwa di Ibukota kota Jakarta telah terjadi 'peperangan' dua kelompok preman asal Ambon yang bertikai dengan preman asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menyebabkan seorang tewas dan beberapa mengalami luka-luka, akibat pukulan dan bacokan. Perkelahian antar gang preman ini ditengarai oleh perebutan lahan penjagaan sebuah lokasi keramaian di daerah Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat.

kerusuhan di Sampang, Madura
[lensaindonesia.com]
Sebelumnya, para pembaca surat kabar dan pemirsa televisi nasional juga menikmati liputan tentang terjadinya kebakaran pasca Idul Fitri di beberapa tempat di Jakarta, akibat dari korsleting listrik, faktor kelalaian manusia dalam suasana musim kemarau yang panjang.

Sementara, di luar Jawa, sebut saja pulau Madura, telah terjadi pertikaian diantara sesama umat Muslim, yang disebut-sebut berasal dari para pengikut Islam Sunni dengan pengikut islam Syiah, yang menyebabkan pembakaran beberapa rumah di sebuah desa di Sampang, sehingga sejumlah penduduk harus mengungsi untuk menghindari suasana genting. Pertikaian yang terjadi di dalam satu agama ini memang jarang terjadi, dan karena itu mengundang perhatian yang besar dari media massa.

Saturday, August 18, 2012

Refleksi Sebuah Bangsa, Setelah Puasa!

Kualitas keberagamaan dan moralitas seseorang tidak bisa diraih tanpa dilandasi kesadaran dan kebebasan dalam menentukan tindakannya. Al Quran menegaskan, tak ada paksaan dalam beragama. Ketulusan dan keikhlasan beragama akan hilang jika dilakukan di bawah ancaman dan paksaan.

Komaruddin Hidayat
[pandorasquad.blogspot.com]
Puasa Ramadhan yang dijalani umat Islam terkandung pendidikan karakter yang sangat kuat agar seseorang mau menderita dengan menolak makan dan minum serta berbagai tindakan tercela karena setia pada hati nuraninya yang merasa dekat dan dilihat Allah.

Di situ tak ada unsur paksaan dan berlangsung proses pembentukan pribadi jujur dan merdeka di mana seseorang berbuat baik disertai penderitaan secara sukarela, tanpa pengawasan dari siapa pun kecuali oleh kesadaran dirinya sendiri.

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk melakukan perjalanan ke dalam diri (inner journey) untuk mengenali dan memberdayakan modal jati diri seseorang yang fitri yang senantiasa mengajak pada kejujuran, kebaikan, dan kedamaian. 

Thursday, August 16, 2012

MUHAMMAD, Sosok Pemimpin Dunia Paling Berpengaruh

muhammad
[calligraphywallpaper.com]
Sudah ribuan buku yang mengulas perjuangan nabi besar baginda Muhammad sang Rasul Allah, baik semasa hidupnya maupun setelah wafatnya.

Pembawa risalah Islam itu,  menurut beberapa sirah (biografi) Muhammad, lahir pada 20 April 570571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah, dalam usia 63 tahun. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hejaz (Arab Saudi saat ini). 

Mengingat ketinggian ahlak dan kemuliaannya, para ulama sepakat mengharamkan penggambaran nabi Muhammad dalam bentuk patung ataupun gambar karena dikhawatirkan mempengaruhi keyakinan /aqidah kaum muslimin. 
bentangan pengaruh Islam
[drben.net]

Memang, ajaran yang dibawa nabi Muhammad, sejak lebih dari 14 abad silam itu, hingga kini telah tersebar ke seluruh penjuru jagad dan telah mempengaruhi 'wajah' peradaban dunia, bahkan hingga kini. 

Michael Hart, seorang penulis  buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, tanpa ragu menempatkan Muhammad pada ranking pertama. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. 


Wednesday, July 25, 2012

Jurus Jokowi, Sang Calon Gubernur, Merebut Simpati Warga DKI Jakarta

Jokowi santai [rimanews.com]
Kesaksian Guru Besar Fakultas Psikologi UI, Prof. DR Sarlito Wirawan terhadap kinerja Jokowi 

Wednesday, May 02, 2012

Kapan Seorang Nahkoda (Seharusnya) Meninggalkan Kapal Tenggelam?



Costa Concordia, kapal pesiar mewah milik Pengusaha Italia, pada 13 Januari 2012 mengalami nasib nahas di Isola del Giglio, Tuscany Italia, setelah menabrak karang di laut Tyrrhenian dekat pulau tersebut, yang mengakibatkan kapal miring dan kandas di dekat pantai sebelum akhirnya terbalik, seperti dilaporkan Wikipedia dan Britannica (foto: REUTERS) 

Sekitar jam 21.30 tanggal 13 Januari 2012, Nahkoda merasa adanya hentakan keras pada lunas kapal ‘Costa Concordia’ yang berbobot 114.000 DWT . Kemudian kapal mulai terkulai miring disertai rembesan air menerobos masuk. Tidak beberapa lama terdengar melengking tiupan peluit yang disusul suara dari pengeras suara “Abandon Ship... Abandon Ship... Abandon Ship! Peristiwa itu terjadi di dekat pulau Giglio di dekat pantai Tuscan.  

Musibah ini mengakibatkan  13 orang tewas dan 21 lainnya masih dinyatakan hilang, disertai kerusakan pada kapal yang cukup parah. Kapal terperosok dengan kondisi miring di atas batu karang. 

Dengan kondisi seperti ini pihak asuransi kapal, mungkin saja akan menyatakan sebagai, ’Total Lost’ apabila diperhitungkan biaya mengapungkan  dan renovasinya akan lebih besar dari insured value kapal tersebut.

Wednesday, March 21, 2012

Harga BBM Tidak Perlu Naik!

Demo massa tolak kenaikan BBM, beberapa 
waktu yang lalu di depan  kampus UKI 
Cawang, Jakarta Timur [rajawalinews.com]

Pembatasan Konsumsi sebagai Solusi Alternatif

RENCANA Pemerintah yang akan menaikkan harga BBM awal April 2012, mengundang  polemik pro-kontra dan aksi unjuk rasa 
tiada henti di masyarakat. 
Kebijakan Pemerintah kali ini, memang berdampak luas dengan implikasi berantai ke segala sektor. Terasa mengganggu denyut nadi kehidupan masyarakat hingga  lapisan terbawah. Menambah beban hidup rakyat kecil yang sudah berat, menjadi semakin susah. 

Mengapa Pemerintah harus memilih opsi paling buruk dengan ongkos sosial yang paling tinggi? Benarkah Bahan Bakar Minyak dan Gas (BBM) perlu naik? 
mereka hanya ingin  bicara 
[harianjogja.com]
Opsi yang lebih baik, sebenarnya masih ada. Berikan subsidi BBM hanya kepada yang berhak. Kendalikan konsumsi BBM secara wajar (sistem kuota). 

Selebihnya, biarkan harga BBM mengikuti fluktuasi harga pasar sesuai progres konsumsinya. Berikutnya, Pertamina harus dicambuk supaya lebih efisien dan produktif. Diperlukan solusi yang bisa membuat Pemerintah menang dan rakyat pun senang!

Masyarakat kini mulai resah. Pasalnya, para spekulan oportunis –yang hanya mementingkan keuntungannya sendiri—belakangan ini makin marak menjamur. Mereka dengan gesit mengantisipasi kenaikan BBM dengan berbagai cara. 

Saturday, March 03, 2012

10 Tips Meningkatkan Kemampuan Anda Menulis Artikel

Tidak ada jalan pintas untuk bisa menulis artikel dengan baik. Kemahiran menulis adalah tentang To-Do, berbuat sesuatu atau masalah 'melakukan'. Dengan kata lain, sangat tergantung kepada sebesar apa dan sekuat apa Anda berlatih menulis, menulis dan terus menulis. Berikut ini 10 kaidah atau aturan, yang akan membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan menulis artikel dan membuat proses menulis menjadi lebih mudah.
1. Baca artikel orang lain - Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas tulisan Anda sendiri, apakah itu menulis artikel, tulisan populer atau fiksi, adalah dengan membaca tulisan/karya orang lain. Jika Anda hanya berfokus pada tulisan Anda sendiri, maka Anda akan ketinggalan. Tulisan Anda akan terasa basi dan terbatas. Anda perlu meningkatkan kreativitas dan imajinasi Anda dengan membaca artikel orang lain.