![]() |
| Pelajari bahasa isyarat, untuk bisa pesan Donat Bisu (foto: Me with Hj. Ramlah,) |
Dibutuhkan
perjuangan bertahun-tahun, bagi Hj. Ramlah untuk bisa mewujudkan impiannya. Pengusaha Tunarungu Kue Donat di Makassar ini, awalnya dicegah orang tua, namun ia
bersikeras meyakinkan dirinya hingga
berhasil membuka cafĂ© ‘Donat Bisu’.
Omzetnya, kini puluhan juta. Dan hebatnya,Ramlah mempekerjakan 20 orang rekan sesama penyandang tunarungu.
Omzetnya, kini puluhan juta. Dan hebatnya,Ramlah mempekerjakan 20 orang rekan sesama penyandang tunarungu.
Memasuki cafe unik ini, memang tidak ada suara berisik. tetapi gerakan tangan dan bahasa tubuh, bisa mengatakan banyak hal.
Disini, Anda wajib menggunakan bahasa isyarat, untuk memesan donat. Sebab seluruh pegawai dan pelayannya, tidak bisa berbicara alias tunarungu.
Sebuah terobosan unik, yang mengundang penggemar kuliner untuk mencobanya.
Awalnya, Ramlah membuat sebanyak 50 kue donat. Kemudian dengan mengendarai sepeda motor, keliling kota Makassar. Ia menitipkan donatnya ke toko-toko terdekat. Usahanya, jatuh bangun selama bertahun-tahun. Hingga ia terpaksa harus menjual mobil satu-satunya untuk mencari modal.
Disini, Anda wajib menggunakan bahasa isyarat, untuk memesan donat. Sebab seluruh pegawai dan pelayannya, tidak bisa berbicara alias tunarungu.
Sebuah terobosan unik, yang mengundang penggemar kuliner untuk mencobanya.
Awalnya, Ramlah membuat sebanyak 50 kue donat. Kemudian dengan mengendarai sepeda motor, keliling kota Makassar. Ia menitipkan donatnya ke toko-toko terdekat. Usahanya, jatuh bangun selama bertahun-tahun. Hingga ia terpaksa harus menjual mobil satu-satunya untuk mencari modal.
